Apa yang Terjadi Saat Filler Masuk Payudara? Ini Penjelasannya
Model Monica Indah menceritakan pengalamannya mengalami infeksi payudara karena suntik filler abal-abal. Payudaranya membengkak, pecah mengeluarkan nanah, hingga akhirnya harus dioperasi.
"Setelah dia pecah masih keluar banyak nanah pokoknya, setelah itu bolongnya makin lama makin gede yang bekas infeksi yang memerah itu pecah. Itu kemudian saya dioperasi di RS di Semarang," ungkap Monica Indah pada detikcom, Senin (17/3/2021).
Sebenarnya apa itu filler?
Dikutip dari Medical News Today, filler adalah sebutan bagi senyawa cairan yang disuntikkan pada area di bawah kulit untuk menambah volume sehingga memberi kesan tampak berisi. Senyawa yang biasa digunakan mulai dari calcium hydroxylapatite, hyaluronic acid, polyalkylimide, polylactic acid, dan polymethyl-methacrylate microspheres (PMMA).
Ahli bedah payudara dr Harjit Kaur dari Prince Court Medical Centre menjelaskan bahwa penyuntikan filler pada payudara tidak bisa dilakukan sembarangan. Diperlukan ketrampilan khusus sehingga filler bisa dengan tepat mengisi fascia (selaput otot) tanpa mengenai jaringan payudara.
"Perlu ketrampilan dan panduan dari ultrasound agar dapat menyuntikkan filler ke area yang tepat, nah ini yang seringkali tidak dilakukan," kata dr Harjit seperti dikutip dari The Star.
Seiring berjalannya waktu filler tersebut dapat membentuk granuloma atau benjolan yang terasa nyeri. Ini kemudian dapat berujung pada infeksi yang membuat payudara bengkak karena terisi oleh nanah.
"Ketika perempuan-perempuan ini datang untuk memeriksakan payudaranya, seluruh tekstur dan struktur payudara mereka sudah kacau oleh filler. Spesialis bedah akan bingung membedakan mana jaringan alami, mana yang filler," lanjutnya.
dr Harjit menyebut sulit untuk membuang filler sepenuhnya. Ini berarti bila sudah terjadi infeksi, maka ada kemungkinan kembalinya terbentuk nanah yang harus 'dikuras' secara rutin. Bentuk payudara pada akhirnya akan semakin mengalami distorsi.
"Ada banyak wanita yang beruntung tidak mengalami kendala saat menyuntikkan filler ke payudaranya. Biasanya mereka ini yang kemudian merekomendasikan hal yang sama pada wanita lain. Tapi, Anda harus tahu bahwa Anda mungkin saja jadi yang tidak beruntung dan mengalami dampak buruk prosedur ini," pungkas dr Harjit.
https://nonton08.com/movies/matthew-bournes-swan-lake/
Nunggu Jadwal Puskesmas Kelamaan, Para Lansia Pilih Ikut Vaksinasi Massal
Jalur vaksinasi massal belakangan ini banyak jadi pilihan bagi para lansia yang tak ingin kelamaan menunggu giliran. Beberapa lansia mengaku sudah mendaftar di Puskesmas, tetapi tak kunjung ada kepastian kapan mendapat vaksinasi COVID-19.
Salah satunya, dialami Dendi dan ibunya. Beberapa waktu lalu, Dendi sempat mendaftarkan ibunya untuk vaksinasi di puskesmas kawasan tempat tinggalnya, Ciledug, Tangerang.
Sempat menunggu beberapa hari, ibunda dari Dendi akhirnya baru memperoleh notifikasi kemarin. Namun, ia baru dijadwalkan dapat vaksin pada April 2021.
"Ada respons, tapi dapatnya lama banget. Jadi langsung saja ke sini. Masih sebulan lagi (suntik vaksin). Daftarnya sudah dari kemarin-kemarin minggu awal," ujar Dendi pada detikcom, Rabu (17/3/2021).
Tak mau berlama-lama menunggu, Dendi mencari informasi jalur yang lebih cepat. Bermodal informasi yang terbatas, Dendi mendampingi ibunya yang tergolong lansia ke Istora Senayan hari ini. Berharap bisa ikut divaksin.
Dendi mengaku, sempat dapat info soal Sentra Vaksinasi Bersama BUMN di Istora Senayan ini dari teman ibunya. Menurut info beredar, vaksinasi di Istora Senayan ini terbuka untuk lansia berusia 59 tahun ke atas dari wilayah DKI Jakarta mau pun luar, hanya dengan syarat membawa KTP.
Komentar
Posting Komentar