4 Ramalan Kapan Kiamat versi Ilmuwan
Kapan kiamat bukanlah pertanyaan yang asing lagi. Jika film ada ujungnya, kapankan kehidupan manusia berakhir di Bumi?
Beberapa prediksi kapan dunia berakhir sebenarnya sudah banyak dilontarkan, mulai ramalan Suku Maya sampai prakiraan dari ilmuwan. Dirangkum detikINET, ini dia 4 ramalan kiamat Bumi versi ilmuwan.
1. Komet Halley (1910)
Melansir Britannica, komet Halley melewati Bumi kira-kira setiap 76 tahun, tetapi mendekatnya komet pada tahun 1910 menciptakan ketakutan bahwa ia akan menghancurkan planet, baik oleh tabrakan angkasa atau melalui gas beracun yang dikabarkan dikandungnya.
Kepanikan di seluruh dunia terjadi, terlebih media saat itu memberitakan bahwa kemungkinan kehancuran Bumi semakin dekat. Bahkan, sekelompok orang di Oklahoma mencoba mengorbankan seorang perawan untuk menangkal malapetaka.
2. The Great Flood (1524)
Johannes Stöffler, seorang matematikawan dan astrolog Jerman yang dihormati, meramalkan bahwa banjir besar akan menenggelamkan dunia pada tanggal 25 Februari 1524. Ratusan pamflet yang mengumumkan kemungkinan adanya banjir yang akan datang dikeluarkan dan menimbulkan kepanikan umum.
Count von Iggleheim, seorang bangsawan Jerman, sampai membangun bahtera tiga lantai. Meskipun ada hujan ringan pada hari prediksi banjir, tidak ada banjir yang terjadi.
3. Asteroid Apophis-99942 (2058)
Nama objek ini sangat menyeramkan. Namanya saja diambil dari nama dewa Mesir atas kekacauan dan kejahatan.
Awalnya, Apophis-99942 diperkirakaan akan menabrak Bumi pada 2012, tentunya menghebohkan karena ini sama dengan misinformasi yang beredar soal tanggalan Suku Maya.
Satu dan lain hal, ilmuwan berpendapat antisipasi tabrakan setidaknya harusnya ada pada tahun 2068. Peluang tabrakan Apophis-99942 dengan Bumi di tahun 2068 adalah 1 banding 150. Prediksi ini dianggap lebih akurat dari prediksi sebelumnya yang menyebutkan Apophis-99942 akan menyenggol Bumi pada 2029.
4. Setidaknya aman sampai 2031
Mengutip Wall Street Journal, ilmuwan berkeyakinan sebanyak 95% bahwa manusia akan bertahan tidak lebih dari 7,8 juta tahun -- setidaknya masih ada sekitar 5.100 tahun lagi tersisa.
Jika kita menambahkan data tentang populasi dunia historis dan angka kelahiran, maka hari kiamat akan datang -- sekali lagi, dengan keyakinan 95%-- paling lama 18.000 tahun dari sekarang atau seminim-minimnya di tahun 2031.
https://trimay98.com/movies/biker-boyz/
Kasihan, Burung Ini Hampir Punah Sampai Lupa Bernyanyi
Spesies burung ini sekarang benar-benar terancam punah, jumlahnya menyusut sangat tajam. Bahkan saking sedikit jumlahnya, sampai-sampai mereka lupa dengan nyanyian khas mereka sendiri karena tidak bisa belajar dari burung sejenisnya.
Burung bernama regent honeyeater ini, yang dulu melimpah ruah jumlahnya di Australia, sekarang kategorinya sudah kritis. Hanya ada sekitar 300 individu masih ada.
"Mereka tidak punya kesempatan untuk bersama dengan honeyeater yang lain dan tidak bisa belajar seperti apa suara mereka sendiri," kata periset Dr Ross Crates yang dikutip detikINET dari BBC, Jumat (87/3/2021).
Dr Crates dari Difficult Bird Research Group at the Australian National University pun berusaha mencari solusinya. Saat ini, mereka berupaya menjadi burung itu yang ada dalam penangkaran agar bisa bernyanyi seperti burung sejenisnya di alam liar.
Burung ini sudah susah ditemukan. "Mereka sangat langka dan berada di area yang sangat besar, mungkin 10 kali ukuran Inggris, jadi seperti mencari jarum di tumpukan jerami," katanya.
Awalnya mereka mencari burung itu, kemudian Dr Crates bingung karena suara yang terdengar dari burung itu berbeda dari yang ia pernah dengarkan. "Mereka benar-benar tidak bersuara seperti regent honeyeater, mereka seperti dari spesies yang berbeda," papar dia.
Burung belajar dengan cara yang sama seperti manusia berbicara. "Sebagai burung muda, ketika mereka meninggalkan sarang dan menuju dunianya, mereka harus berasosiasi dengan yang lebih dewasa sehingga bisa mendengar mereka bernyanyi dan mengulanginya seiring waktu," tambahnya.
Komentar
Posting Komentar