HP Layar Lipat Huawei Anyar Meluncur 22 Februari
- Huawei bakal merilis HP baru bernama Mate X2 pada 22 Februari mendatang, yang dari merupakan HP layar lipat terbaru mereka.
Berdasarkan namanya, kemungkinan Mate X2 punya peningkatan signifikan dibanding dua pendahulunya, yang bernama Mate X dan Mate XS, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Kamis (4/2/2021).
Dari poster yang diposting di Weibo, tampaknya Mate X2 bakal punya gaya desain berbeda dibanding pendahulunya. Yaitu layarnya akan terlipat ke dalam, seperti jajaran Samsung Galaxy Z Fold, bukan seperti Mate X yang layarnya terlipat ke luar.
Selain gambar Mate X2, tak banyak informasi mengenai ponsel layar lipat ini. Kemungkinan ponsel ini memakai chip Kirin 9000 seperti Mate 40 Pro, dan kemungkinan besar Huawei pun tak membenamkan Google Mobile Services di ponsel ini.
Sebelumnya dikabarkan, Huawei bakal melepas seri flagship P dan Mate miliknya. Mereka disebut sedang berdiskusi dengan konsorsium perusahaan investasi yang dibekingi pemerintah Shanghai. Bahkan salah satu sumber mengatakan Huawei sudah membicarakan penjualan kedua merek itu sejak September 2020.
Kedua sumber tersebut mengklaim bahwa Huawei belum membuat keputusan akhir, dan perjanjian penjualan mungkin tidak akan dicapai karena raksasa teknologi China tersebut masih berupaya untuk memproduksi sendiri chipset Kirin.
Tidak lama setelah kabar ini beredar, Huawei langsung membantah rumor tersebut.
"Huawei telah mengetahui bahwa ada rumor tidak mendasar yang beredar mengenai kemungkinan penjualan merek ponsel flagship kami. Rumor ini tidak ada benarnya sama sekali. Huawei tidak memiliki rencana seperti itu," kata Huawei dalam keterangannya, seperti dikutip dari Android Authority, Selasa (26/1).
"Kami tetap berkomitmen penuh terhadap bisnis ponsel kami, dan akan terus menghadirkan produk dan pengalaman terdepan untuk konsumen di seluruh dunia," sambungnya. Rupanya Mate X2 adalah jawaban mereka.
https://nonton08.com/movies/sacrifice-3/
Ilmuwan AS: Virus Corona Berawal di China Oktober 2019
Teka teki asal muasal virus Corona COVID-19 atau sejak kapan merebaknya tengah dalam investigasi tim WHO yang saat ini berada di kota Wuhan, China. Namun para ilmuwan ini yakin telah memecahkan misteri kapan virus Corona berawal.
Studi baru ini dibesut oleh tim dari Institute for Genomics and Evolutionary Medicine, Temple University, Philadelphia. Mereka menganalisis sampel dari ribuan pasien penderita COVID-19.
Mereka memanfaatkan permodelan untuk melacak mutasi kanker dan diterapkan untuk mengetahui evolusi virus Corona yang menyebabkan COVID-19. Pelacakan dilakukan sampai progenitor, genom yang berada di balik infeksi virus Corona.
Disimpulkan bahwa virus Corona COVID-19 benar-benar berasal dari China dan mulai ada sejak pertengahan Oktober 2019 atau awal November 2019. Terindikasi pula bahwa virus ini sudah menyebar ke berbagai belahan dunia beberapa minggu sebelum terdeteksi pasien pertama.
"Semua bukti genetik membuat jelas bahwa virus Corona ini adalah dari China. Pola penyebaran ke seluruh dunia juga konsisten dengan virus asal China ini menjadi awal wabah di negara lain," kata Sergei Pond, salah satu peneliti yang dikutip detikINET dari IB Times, Kamis (4/2/2021).
Studi ini sama dengan beberapa riset lain di California dan Arizona bahwa virus Corona COVID-19 kemungkinan muncul pertama kali di Provinsi Hubei antara pertengahan Oktober sampai November 2019.
Mengenai sumber virus Corona COVID-19 masih diselidiki secara intensif. Dipercaya pembawa pertamanya adalah kelelawar, kemudian menginfeksi binatang perantara sebelum menular ke manusia. Akan tetapi belum diketahui spesies perantara yang dimaksud.
Amerika Serikat dan China sendiri sedang bersitegang soal asal virus Corona. Kementerian Luar Negeri AS menyebut ada bukti periset di Wuhan Institute of Virology menderita sakit sebelum terdeteksi kasus virus Corona di Wuhan.
Hua Chunying, juru bicara Kementerian Luar Negeri China langsung membalas. "Saya ingin menekankan jika AS sungguh menghormati fakta, mereka harus membuka lab biologi di Fort Detrick, memberi lebih banyak transparansi pada isu seperti 200 lab biologi di luar negeri, mengundang WHO melacak asal virus Corona di AS dan menanggapi kecemasan komunitas internasional dengan aksi nyata," kata Hua.
Komentar
Posting Komentar