Vaksin COVID-19 Rusia Sputnik V Diklaim Bikin Kebal Corona Hingga 2 Tahun
Berdasarkan laporan ilmuwan Rusia yang mengembangkan vaksin virus Corona Sputnik V, mengklaim bahwa vaksin tersebut mungkin bisa menawarkan perlindungan dari COVID-19 selama dua tahun.
Ilmuwan sekaligus kepala dari Gamaleya Research Institute of Epidemiology and Microbiology, Alexander Gintsburg, juga mengklaim bahwa vaksin COVID-19 Pfizer tidak mungkin menawarkan perlindungan lebih dari lima bulan.
"Selama ini saya hanya bisa memberikan saran, karena dibutuhkan lebih banyak data eksperimen. Vaksin kami dibuat di platform yang juga digunakan untuk vaksin Ebola," kata Gintsburg yang dikutip dari New York Post.
"Data eksperimental yang diterima pada saat itu menunjukkan bahwa vaksin serupa akan menawarkan perlindungan selama dua tahun, atau mungkin lebih," jelasnya.
Ia juga menambahkan, vaksin Sputnik V yang dikembangkannya itu memiliki efektivitas hingga 96 persen. Gintsburg mengatakan hanya 4 persen dari mereka yang divaksinasi mengalami efek samping ringan seperti pilek, batuk, dan demam ringan.
Berdasarkan hasil penelitian sementara, vaksin Sputnik V memberikan efektivitas lebih dari 95 persen pada hari ke-42 setelah dosis pertama dan kedua diberikan.
"Sulit untuk mengatakan berapa lama perlindungan obat Pfizer akan bertahan," ujarnya.
"Tapi berdasarkan mekanisme aksi umum obat tersebut, kami kira jangka waktu perlindungannya akan berlangsung maksimal empat bulan (atau) maksimal lima bulan," lanjutnya.
https://trimay98.com/movies/london/
Kata Perawat AS yang Jadi Orang Pertama Disuntik Vaksin Corona
Vaksinasi COVID-19 di Amerika Serikat dimulai pada Senin (14/12/2020). Seorang perawat ICU di New York menjadi orang pertama di AS yang menerima vaksin Corona.
Adalah Sandra Lindsay yang telah bekerja di Pusat Medis Yahudi Long Island di Queens, New York, ICU selama lebih dari 26 tahun. Dikutip dari CNN, perawat tersebut menerima vaksin Corona sekitar pukul 9 pagi waktu setempat.
"Dia (pemberi vaksin) memiliki sentuhan yang bagus, dan itu tidak terasa berbeda dari mengambil vaksin lain," cerita Lindsay setelah disuntik vaksin.
Ia semula tak tahu akan menjadi orang pertama yang diberi vaksin Corona. Namun, dirinya mengaku ingin memberikan contoh kepada masyarakat luas dan merasa tak takut menerima vaksin Corona.
"Saya tidak takut. Saya mempercayai sains. Yang saya takut adalah terjangkit COVID-19, karena saya tidak tahu bagaimana hal itu akan memengaruhi saya dan orang-orang di sekitar saya sehingga saya berpotensi menularkan Corona," kata Lindsay kepada CNN.
Sandra Lindsay disuntik vaksin Corona Pfizer-BioNTech oleh Dr Michelle Cheste, presiden dan CEO Northwell Health. Meski hanya berlangsung beberapa detik, bidikan tersebut menjadi momen penting dalam sejarah.
Dengan suntikan dan dosis kedua dalam 21 hari nantinya Lindsay akan dapat segera mengunjungi keluarga, teman, kolega, dan pasien dengan lebih aman. Begitu juga pada jutaan orang Amerika lainnya.
Dalam wawancara Business Insider bersama Lindsay, ia bahkan mengaku rasa disuntik vaksin Corona persis seperti yang ia rasakan saat mendapat vaksin flu dua bulan lalu. Ia pun tidak merasakan nyeri di bagian suntikan.
"Tidak ada bedanya dengan saat saya mendapat vaksin flu dua bulan lalu, bahkan saya tidak tahu sudah selesai disuntik. Anda perhatikan di kamera, saya tidak bergerak. Sedikit mencubit," katanya.
Komentar
Posting Komentar