Perhatian! Anies akan Wajibkan Rapid Antigen untuk yang Masuk ke Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pihaknya akan mewajibkan rapid antigen kepada masyarakat yang mau masuk ke Jakarta. Khususnya, bagi yang datang melalui bandara.
Hal itu tercantum dalam keterangan pers Kemenkomarves usai Rapat Koordinasi Penanganan COVID-19 di DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim dan Bali secara virtual yang dipimpin oleh Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan Senin lalu.
"Setuju dengan arahan Menko Luhut, Gubernur Anies juga mengatakan akan mulai untuk memberlakukan rapid antigen kepada masyarakat yang masuk melalui bandar udara," bunyi keterangan Kemenkomarves, dikutip Rabu (16/12/2020).
Dalam rapat tersebut, selain rapid antigen, Anies juga diminta Luhut untuk meniadakan kegiatan tahun baru yang mengumpulkan banyak orang.
"Kami memberlakukan hal ini Pak Menko dan saya harap di satu kawasan Jabodetabek juga diberlakukan policy yang sama," kata Anies.
Dalam rapat itu, Luhut yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional meminta Gubernur Bali I Wayan Koster mewajibkan semua wisatawan melakukan tes PCR dua hari sebelum ke Bali menggunakan pesawat.
Sementara untuk perjalanan darat, wisatawan diwajibkan melakukan tes rapid antigen dua hari sebelum melakukan perjalanan.
"Kami minta untuk wisatawan yang akan naik pesawat ke Bali wajib melakukan tes PCR H-2 sebelum penerbangan ke Bali serta mewajibkan tes rapid antigen H-2 sebelum perjalanan darat masuk ke Bali," ungkap Luhut.
https://indomovie28.net/movies/imperfect-2/
Vaksin Corona Rp 191 M Sudah Masuk RI di November 2020
Vaksin Corona impor senilai Rp 191 miliar atau setara US$ 13,6 juta (Kurs Rp 14.100) sudah masuk Indonesia selama November 2020. Vaksin ini berbeda dengan 1,2 juta dosis yang masuk pada awal Desember 2020. Vaksin impor yang masuk selama November 2020 ini masuk dalam kode HS: 300022090.
"Selama November nilai impor vaksin yang tergolong HS: 300022090 tercatat sebesar US$ 13,6 juta," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam video conference, Jakarta, Selasa (15/12/2020).
Dia menjelaskan, 1,2 juta dosis vaksin yang masuk ke tanah air ini akan tercatat pada kinerja impor Desember 2020 yang akan diumumkan pada tanggal 15 Januari 2020 oleh otoritas statistik nasional.
Suhariyanto mengaku sampai saat ini pihak BPS belum menerima laporan terkait dengan data impor Vaksin Corona yang berasal dari Sinovac tersebut.
"Transaksi impor vaksin minggu lalu pada 6 Desember 2020 belum tercakup dalam nilai impor yang baru selesai disampaikan, tapi tercakup dalam nilai impor data bulan Desember," ujarnya.
BPS mencatat kinerja impor nasional pada November tahun ini sebesar US$ 12,66 miliar. Angka ini tumbuh 17,40% dibandingkan bulan Oktober namun turun 17,46% dibandingkan dengan November 2019.
Dilihat dari penggunaan barang, kinerja impor yang tumbuh 17,4% secara bulanan terlihat dari kinerja impor barang konsumsi yang meningkat 25,52% secara MtM, lalu bahan baku penolong tumbuh 13,02% secara MtM, dan barang modal tumbuh 31,54% secara MtM.
"Impor bahan baku dan barang modal yang meningkat ini tentunya menggembirakan, karena dengan naiknya bahan baku (termasuk Vaksin Corona) akan menggerakkan industri dalam negeri dan barang modal akan berpengaruh positif pada investasi atau pembentukan modal tetap bruto pada komponen PDB di triwulan IV," ungkapnya.
Komentar
Posting Komentar