Dijamin PII, Pembangunan Proyek Air Minum Rp 499 M Bisa Mulai 'Digas'

 Proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) di sektor air minum yaitu Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kota Pekanbaru siap dieksekusi. Proyek senilai Rp 499,9 miliar ini juga mendapat jaminan dari PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII).

Penjaminan dari PII tertuang dalam penandatanganan perjanjian terkait penjaminan pemerintah bersama dengan PDAM Tirta Siak Kota Pekanbaru sebagai Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama (PJPK) dalam Perjanjian Regres dan dengan PT Pembangunan Perumahan Tirta Madani sebagai Badan Usaha Pelaksana (BUP) dalam Perjanjian Penjaminan terkait Proyek.


Direktur Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko Kementrian Keuangan, Luky Alfirman mengatakan Kementrian Keuangan telah menyediakan berbagai bentuk dukungan melalui fiscal tools sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam turut mendorong percepatan penyediaan infrastruktur pada proyek dengan skema KPBU.


"Fasilitas-fasilitas yang diberikan pemerintah melalui Kementerian Keuangan ini diharapkan dapat mendorong percepatan pembangunan infrastruktur, tidak hanya proyek SPAM Pekanbaru, namun juga pada proyek-proyek infrastruktur lainnya sehingga pembangunan infrastruktur tetap berlanjut walaupun di tengah pandemi global yang saat ini melanda, dan semakin banyak dan luas manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat," kata Luky dalam keterangan resminya, Jakarta, Kamis (17/12/2020).


Dalam proyek SPAM Kota Pekanbaru ini, selain penjaminan pemerintah melalui PT PII, dukungan lain yang diberikan Kemenkeu pada proyek SPAM Pekanbaru ini adalah Viability Gap Fund (VGF)/Dukungan Kelayakan, dan Project Development Facility (PDF) melalui SMV Kementerian Keuangan lain yaitu PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)/PT SMI.


Sementara Direktur Utama PT PII, Wahid Sutopo mengatakan PII sebagai SMV Kementerian Keuangan telah memberikan penjaminan pada proyek tersebut dengan total nilai eksposur penjaminan sebesar Rp 469 miliar sampai dengan 15 tahun masa operasi komersial.


"Proyek SPAM Kota Pekanbaru adalah proyek ke-30 yang mendapatkan skema penjaminan dari PT PII dan proyek SPAM yang ke-4 setelah SPAM Umbulan, SPAM Bandar Lampung, dan SPAM Semarang Barat," kata Wahid.


"Harapannya skema penjaminan ini menambah keyakinan bagi para investor dan Lembaga keuangan untuk berpartisipasi lebih aktif dalam pembangunan infrastruktur," tambahnya.


Proyek SPAM Kota Pekanbaru merupakan proyek pembangunan dan pengoperasian SPAM berkapasitas 750 lpd dengan nilai capex sebesar Rp 499,9 miliar di luar jaringan distribusi.


Melalui Proyek SPAM Kota Pekanbaru ini, PDAM Tirta Siak diharapkan dapat meningkatkan kapasitas untuk melayani sampai dengan 61.000 SL, atau hingga hampir empat kali lipat dari kapasitas jumlah pelanggan yang dilayani pada saat ini.

https://cinemamovie28.com/movies/the-sacred-riana-beginning/


Naik Pesawat Wajib Tes PCR, Bos Garuda Buka Suara


Maskapai pelat merah Garuda Indonesia mulai menerapkan syarat tes swab berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk penerbangan ke Bali dan sejumlah wilayah di Indonesia. Hal ini merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan untuk menghadapi libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Menurut Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, hal ini dilakukan demi memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang yang hendak berlibur akhir tahun.


"Kami tentunya berharap ketentuan pemeriksaan swab berbasis PCR ini dapat dimaknai sebagai upaya untuk memastikan rasa aman dan nyaman masyarakat selama menjalani liburan akhir tahun yang sehat bersama keluarga dengan senantiasa mengedepankan penerapan protokol kesehatan pada aktivitas keseharian," ujarnya dalam keterangan resmi Garuda Indonesia, Kamis (17/12/2020).


Ia mengatakan, PCR sendiri punya akurasi yang lebih tinggi dalam mendiagnosa virus Corona yang sesuai dengan rekomendasi WHO. Dengan menerapkan syarat ini, ia berharap komitmen penerbangan sehat Garuda dapat dipertahankan.


"Kami percaya di tengah situasi pandemi ini, kebutuhan akan rasa aman dan nyaman masyarakat menjadi prioritas penting dalam melaksanakan perjalanan, tidak hanya pada saat menggunakan transportasi udara namun juga ketika sampai di destinasi tujuan," tutur Irfan.


Oleh sebab itu, ia meminta kepada seluruh penumpang maupun calon penumpang Garuda agar dapat menaati syarat tersebut.


"Upaya percepatan penanganan pandemi COVID-19 ini tentunya membutuhkan peran aktif seluruh pihak termasuk masyarakat luas untuk senantiasa taat dan mematuhi aturan protokol kesehatan yang ditetapkan untuk kebaikan dan kepentingan bersama,", tutupnya.

https://cinemamovie28.com/movies/st-agatha/

Komentar

Postingan Populer