Bagaimana Negara-negara Eropa Persiapkan Natal dan Tahun Baru?
Dengan perayaan Natal yang semakin mendekat, pemerintah di seluruh Eropa harus mengambil keputusan sulit, apakah mereka akan melonggarkan pembatasan sosial untuk masa liburan akhir tahun atau tidak.
Berikut adalah rincian yang telah diumumkan sejumlah negara Eropa sejauh ini.
Belanda: Karantina wilayah selama lima pekan
Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte mengumumkan negara tersebut akan melakukan karantina wilayah ketat selama lima pekan, mulai dari 15 Desember hingga 19 Januari.
Toko-toko non-esensial, bioskop, salon, dan pusat kebugaran akan ditutup Selasa (15/12), disusul dengan sekolah-sekolah pada Rabu (16/12). Masyarakat diberitahu untuk tidak memesan tiket perjalanan ke luar negeri sampai pertengahan Maret.
Pembatasan ini akan sedikit dilonggarkan selama tiga hari saat Natal, di mana rumah-rumah di Belanda diizinkan menerima tiga tamu alih-alih dua, tanpa menghitung anak-anak di bawah 13 tahun.
Rutte menyampaikan pengumuman ini dari kantornya, dengan suara para demonstran bersiul dan berteriak dari luar.
"Kita harus mau memakan apel asam ini sebelum keadaan menjadi lebih baik. Dan ya, keadaan akan menjadi lebih baik. Akan ada waktu di mana virus corona akan berlalu, dan kehidupan akan kembali normal," ujarnya.
"Mungkin bukan sekarang, atau minggu depan, atau bulan depan. Namun dengan adanya vaksin, 2021 akan menjadi tahun penuh harapan dan sinar di ujung terowongan."
virus corona di eropa, prancis, belanda
Pengumuman ini disampaikan di tengah-tengah kekhawatiran naiknya angka penularan di negara tersebut. Baru-baru ini, Belanda mencatatkan 10.000 penularan dalam satu hari.
Di akhir pekan lalu, sejumlah kota meminta warganya untuk tinggal di rumah setelah foto-foto yang beredar memperlihatkan toko-toko yang dipenuhi orang-orang yang berbelanja Natal.
Inggris: 'Gelembung Natal' sementara diizinkan
Kelonggaran kecil untuk pembatasan khusus diberlakukan di Inggris untuk memberi kesempatan warga merayakan Natal.
https://indomovie28.net/movies/pohon-terkenal/
Pada 23-27 Desember (atau 22-28 Desember di Irlandia Utara) tidak akan ada pembatasan perjalanan dan masyarakat diizinkan untuk berkumpul bersama di dalam ruangan dan menginap.
Namun, jumlah orang-orang yang diperbolehkan berkumpul dibatasi. Ini yang disebut sebagai "gelembung Natal" dan berlaku untuk maksimal tiga keluarga di sebagian besar wilayah Inggris, atau delapan orang di Skotlandia.
Gelembung-gelembung ini, yang juga bisa diterapkan di tempat-tempat keagamaan dan ruang terbuka publik, tidak boleh berganti selama periode perayaan Natal.
Artinya, orang-orang tidak boleh berkumpul dengan dua keluarga pada saat Hari Natal lalu berkumpul dengan dua keluarga berbeda pada saat Boxing Day, misalnya.
Tetapi, para ahli kesehatan meminta masyarakat untuk berpikir dengan hati-hati dengan siapa mereka berkumpul.
Peraturan ini dijalankan di tengah-tengah karantina wilayah tingkat 3 untuk ibu kota London dan sekitarnya, setelah angka kenaikan kasus dan ditemukannya varian baru virus corona.
Mulai 16 Desember, pub dan restoran akan tutup kecuali untuk layanan pesan antar dan takeaway, dan sebagian besar arena hiburan dalam ruangan termasuk stadion olahraga akan ditutup.
Italia: Tidak ada pasar Natal dan jam malam nasional
Italia saat ini memiliki jumlah kematian tertinggi sejak akhir Maret dan Perdana Menteri Giuseppe Conte telah meminta warga untuk menjalankan "Natal yang lebih tenang, tanpa perkumpulan Malam Natal, pelukan dan ciuman".
Banyak wilayah Italia yang menerapkan karantina wilayah sebagian dan mengumumkan larangan perjalanan antar wilayah sejak 21 Desember sampai 6 Januari.
Selain larangan perjalanan regional, warga juga tidak diperbolehkan meninggalkan kota mereka pada Hari Natal, Boxing Day, dan Tahun Baru.
Akan ada pengecualian untuk mereka yang harus bekerja, bepergian atas alasan kesehatan, atau dalam keadaan darurat.
Jam malam yang dimulai pada 22.00 sampai 05.00 diberlakukan.
Gereja-gereja diperbolehkan tetap buka, tapi penerapan jam malam berarti tradisi misa tengah malam tidak akan terjadi.
Pasar Natal Italia yang dinantikan masyarakat setiap tahun sudah terlebih dahulu dilarang.
"Kita harus memberlakukan tindakan pencegahan yang lebih ketat untuk mencegah terjadinya lonjakan angka penularan," kata Conte.
Tapi tidak semuanya kabar buruk: PM Conte memastikan bahwa Babbo Natale (Ayah Natal) akan tetap mengunjungi rumah-rumah karena dia dikecualikan dari pembatasan perjalanan global. Fiuh.
Komentar
Posting Komentar