Ada Jenis Baru Virus Corona di Inggris, Bagaimana Nasib Vaksin COVID-19?
Ada jenis baru virus Corona yang belakangan ditemukan di Inggris. Selain diduga lebih menular, virus Corona jenis baru ini memicu kekhawatiran terhadap efektivitas vaksin Corona.
Namun, para ahli dengan tegas menanyakan jenis baru Corona ini tak akan berpengaruh pada efektivitas vaksin Corona. Ahli menilai masih terlalu dini untuk melihat kekhawatiran tersebut.
"Strain (jenis) baru virus Corona yang diyakini mendorong penyebaran cepat di selatan Inggris tidak berpengaruh pada kemampuan vaksin melindungi seseorang dari COVID-19," kata Kepala Petugas Medis Inggris Profesor Chris Whitty, dikutip dari Mirror UK.
Mengapa jenis baru Corona ini disebut tak berpengaruh pada vaksin Corona?
Menurut Prof Whitty, jenis baru atau mutasi Corona selama ini selalu muncul dan belum ada bukti yang jelas jika jenis baru virus Corona tertentu berbahaya hingga lebih mematikan.
Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock mengatakan jenis baru virus Corona itu mungkin berada di balik penyebaran cepat infeksi di Inggris selatan saat ia mengumumkan rencana untuk memasukkan lebih dari 10 juta orang ke dalam pembatasan lebih ketat, yaitu ke tingkat 3.
"Saat ini kami telah mengidentifikasi lebih dari seribu kasus varian ini, terutama di selatan Inggris, meskipun kasus telah diidentifikasi di hampir 60 wilayah otoritas lokal dan jumlahnya meningkat dengan cepat," jelas Matt Hancock.
Para ilmuwan termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kini akan meneliti lebih lanjut temuan tersebut. Memeriksa terkait apakah ia menghasilkan respons antibodi yang sama dengan versi COVID-19 saat ini dan untuk melihat bagaimana vaksin dapat berdampak padanya.
Diperlukan waktu hingga dua minggu untuk menyelidikinya secara menyeluruh. Public Health England (PHE) mengatakan bahwa hingga 13 Desember, 1.108 kasus dengan varian ini telah diidentifikasi, terutama di Inggris Selatan dan Timur.
PHE menambahkan bahwa kasus virus varian dalam jumlah tinggi telah diamati di beberapa daerah di mana juga terdapat insiden lonjakan kasus COVID-19 yang tinggi. Tetapi badan kesehatan Inggris mengatakan belum jelas apakah jenis baru virus Corona itu mendorong peningkatan kasus di sana.
https://trimay98.com/movies/young-sister-in-law-3/
Salut! Donasikan Plasma Darah, Pasutri Ini Selamatkan 68 Pasien COVID-19
Pengobatan virus Corona COVID-19 menggunakan plasma darah pasien yang telah pulih diyakini memberikan manfaat bagi pasien pengidap COVID-19 untuk bertahan hidup dan pulih.
Hal ini terjadi di San Antonio, Texas, Amerika Serikat, ketika pasangan suami istri, Brian dan Dina Murphy menjalankan misi untuk membantu pengidap COVID-19 untuk puluh.
Plasma darah adalah cairan berwarna kekuningan yang bertugas membawa sel darah. Tidak hanya sel darah, plasma darah juga berperan membawa berbagai nutrisi penting yang menunjang kesehatan tubuh.
Suami istri Brian dan Dina tercatat telah menyumbangkan plasma darah untuk 68 orang pengidap COVID-19, setelah keduanya terinfeksi pada Maret 2020 lalu.
"Saya sungguh merasa bahwa Tuhan benar-benar menyelamatkan saya dan menjadi orang yang selamat. Lalu, saya merasa inilah yang Tuhan ingin saya lakukan untuk membantu orang lain," kata Dina (60), dikutip dari laman People.com.
Seperti banyak orang yang tertular COVID-19 ketika pandemi pertama kali dimulai, Brian dan Dina pun awalnya tidak memiliki jawaban yang memastikan bahwa mereka mengidap virus tersebut.
Brian yang berusia 59 tahun, yang rentan terhadap infeksi sinus, mengaku mulai sakit pada awal Maret lalu. Namun, karena dia merasa tidak memiliki semua gejala COVID-19, maka dia didiagnosa mengalami sakit kepala biasa.
Meskipun ada beberapa bukti yang menunjukkan hal yang sebaliknya, FDA telah menyimpulkan bahwa plasma darah dengan cairan yang berwarna kuning, cairan darah yang mengandung antibodi pada mereka yang telah pulih dari COVID-19 dapat efektif dalam mengobati virus.
Selain itu, pasangan suami istri tersebut menghimbau kepada masyarakat yang pernah terpapar virus Corona COVID-19 untuk mempertimbangkan menyumbang plasma darahnya juga, terutama di tengah lonjakan kasus saat ini di seluruh negeri.
"Ini adalah waktu kritis bagi setiap orang untuk menyediakan [plasma] karena ada lebih banyak orang di rumah sakit sekarang yang dapat menggunakan donor plasma," kata Brian kepada GMA.
"Ini sangat penting dan kamu menyelamatkan umat manusia. Itulah yang sangat penting," tambah Diana.
Komentar
Posting Komentar