Nikita Mirzani 'Tantang' Habib Rizieq Tes DNA, Bagaimana Sih Prosedurnya?
Perseteruan Nikita Mirzani dan pendukung Habib Rizieq belum menemui titik terang. Kedua pihak kini saling sindir lewat media sosial.
Terbaru, Nikita menantang Rizieq Shihab untuk melakukan tes DNA. Menurutnya ini bisa menjadi bukti kuat jika memang Rizieq adalah cucu Rasulullah.
"Dana yang terkumpul nanti akan saya share Dan untuk keperluan test DNA," tulisnya dalam Instagram Stories.
Tes DNA memang kerap digunakan untuk mengidentifikasi sesuatu, seperti hubungan kekerabatan seseorang.
Dalam mengidentifikasiDNA, seluruh prosedur pemeriksaan harus mengikuti prosedur operasional standar yang sesuai dengan panduan dari Scientific Working Group ofDNA Analysis Method dan rekomendasi dari komisiDNA International Society of Forensic Genetics.
Berikut tahapan proses identifikasi DNA dikutip detikcom dari berbagai sumber:
1. Pengambilan sampel DNA
Tahap pertama adalah pengambilan sampel DNA. Sampel dapat diperoleh dari cairan tubuh seseorang misal darah atau liur, rambut, atau komponen tubuh lain seperti tulang dan gigi. Sampel DNA yang paling umum diambil adalah usap di bagian pipi dalam.
2. Ekstraksi DNA
Selanjutnya adalah ekstraksi sel DNA. DNA terletak di dalam inti sel di seluruh tubuh dan langkah ekstraksi bertanggung jawab untuk memecah inti sel tersebut. Cara ini dilakukan dengan memecah membran sel dan menambahkan enzim ke dalam larutan yang mengandung sampel DNA.
3. Pemisahan DNA
Tahap ketiga adalah pemisahan DNA dengan proses elektroforesis. Metode ini menggunakan medan listrik untuk mengurutkan molekul dalam sampel.
4. Proses amplifikasi
Tahapan ini adalah prises menghasilkan banyak salinan DNA untuk mengkarakteristikkannya. Penyalinan DNA dilakukan melalui proses PCR. Salinan DNA ini kemudian diuji untuk penanda genetik.
5. Analisis dan interpretasi
Ini adalah proses membandingkan sampel DNA secara kuantitatif dan kualitatif dengan profil DNA yang diketahui. Pada tahap ini pengujian DNA juga dilakukan untuk menemukan penanda genetik untuk mengidentifikasi hubungan.
Setelah menemukan penanda genetik, selanjutnya adalah pembandingan DNA. Dalam kasus tes DNA untuk mengetahui status anak dan ayah, ayah harus cocok dengan setengah dari penanda genetik anak. Setengah lainnya berasal dari ibu.
6. Hasil tes DNA
Dari tanggal pengambilan sampel, mungkin diperlukan beberapa minggu hingga beberapa bulan untuk menerima hasil tes. Tapi dalam keadaan darurat, hasil tes DNA bisa diketahui dalam waktu sehari.
https://kamumovie28.com/movies/fantasias/
Ilmuwan Pfizer Jelaskan Efek Samping Suntikan Vaksin COVID-19
CEO BioNTech, Prof Ugur Sahin, telah mengumumkan hasil awal yang menjanjikan dari vaksin virus Corona Pfizer. Ia juga mengatakan tidak melihat adanya efek samping serius dari suntikan vaksin tersebut.
Prof Sahin mengatakan, efek samping utama yang terlihat sejauh ini dari vaksin Pfizer adalah nyeri ringan di tempat suntikan diberikan yang akan terasa dalam beberapa hari. Selain itu, beberapa relawan juga mengalami demam ringan hingga sedang di periode yang sama.
"Kami tidak melihat efek samping serius lainnya yang akan mengakibatkan jeda atau penghentian penelitian vaksin," kata Prof Sahin dalam wawancaranya yang dikutip dari Express UK, Senin (16/11/2020).
"Kami sekarang memiliki data keamanan untuk sebagian subjek selama lebih dari dua bulan, dan kamu terus mengumpulkan data selama lebih dari dua tahun. Tidak hanya untuk melihat profil efek samping jangka pendek dan menengah, tetapi juga (efek samping) jangka panjang," lanjutnya.
Namun, dalam penelitiannya sejauh ini Prof Sahin mengatakan profil keamanan vaksin benar-benar tidak berbahaya. Ia mengatakan, perlu banyak data untuk mengetahui apakah suntikan vaksin Corona ini bisa bertahan lama atau tidak.
Saat ditanya apakah vaksin COVID-19 ini akan menjadi suntikan tahunan seperti vaksin flu, Prof Sahin menjelaskan ada sedikit perbedaan.
"Flu sedikit berbeda, karena dengan flu kita benar-benar berurusan setiap tahun," ujar Prof Sahin.
"COVID-19 tentu saja memiliki beberapa mutasi, tetapi sejauh ini mutasinya sangat berbeda, dan saya tidak berharap virus akan mengalami perubahan dramatis, seperti yang diamati, misalnya untuk influenza," imbuhnya.
Melihat ini, Prof Sahin mengatakan vaksin menjadi satu-satunya booster untuk melindungi manusia dari virus ini. Dalam pemberiannya, ia memperkirakan bisa saja diberikan setiap satu bahkan lima tahun.
"Bisa jadi suntikan diberikan setiap tahun, setiap tahun kedua, atau bahkan setiap lima tahun. Jadi kami benar-benar perlu menghasilkan data untuk menjawab pertanyaan ini," jelasnya.
Komentar
Posting Komentar