BPOM RI: EUA Vaksin COVID-19 Sinovac Diharapkan Keluar Akhir Januari 2021
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mengatakan Emergency Use of Authorization (EUA) vaksin COVID-19 Sinovac diharapkan bisa keluar pada minggu ketiga atau keempat bulan Januari 2021.
"Harapannya, Januari minggu ketiga dan keempat itu bisa mendapatkan EUA, apabila itu juga data-data yang ada lengkap," kata Penny dalam konferensi pers di YouTube BPOM, Kamis (19/11/2020).
Penny mengatakan data hasil uji klinis dari China untuk fase ke 1-2 full report sudah didapatkan BPOM, terkait keamanan dan efikesi vaksin Sinovac tersebut. Tetapi, masih ada data yang kurang agar bisa mendapatkan EUA untuk vaksin COVID-19 Sinovac ini, yaitu data fase ketiga.
Untuk fase ketiga belum bisa didapatkan, pasalnya data dari Brasil yang sudah lebih dulu melakukan uji klinis fase ketiga dibandingkan di Indonesia yaitu di Bandung, belum bisa didapatkan.
"Berdasarkan komunikasi kami dengan pihak Sinovac dan pihak Brasil sebagai tempat pelaksanaan uji klinik lebih dulu yang tadinya kita akan gunakan sebagai data pengganti, ternyata tidak bisa memberikan data tersebut karena membutuhkan waktu untuk analisa," jelas Penny
"Data tersebut baru bisa kita terima sekitar Januari minggu pertama atau kedua. Ini masih ekspektasi,BPOM dalam hal ini masih menunggu, karena yang menganalisa adalah tim peneliti,"pungkasnya.
https://movieon28.com/movies/the-little-death/
BPOM RI Akui Ada Pembicaraan soal Vaksin COVID-19 Pfizer dan Sputnik
Beberapa kandidat vaksin COVID-19 menunjukkan efektivitas melebihi 90 persen, salah satunya telah menyelesaikan uji klinis yaitu vaksin Pfizer. Vaksin COVID-19 Pfizer langsung jadi sorotan usai melaporkan hasil akhir uji klinis mereka dengan efektivitas 95 persen.
Sementara itu, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito menyebut pembicaraan terkait kemungkinan produksi atau uji klinis vaksin COVID-19 lain di Indonesia selain Sinovac telah dilakukan. Salah satunya dengan vaksin COVID-19 Pfizer.
"Sudah ada beberapa vaksin yang sudah mulai berkomunikasi dengan BPOM untuk membicarakan dikaitkan dengan satu akan melakukan uji klinik di Indonesia juga ada ya beberapa vaksin," bebernya dalam konferensi pers melalui kanal YouTube Kamis (19/11/2020).
"Jadi sudah ada beberapa. Moderna belum, tapi Pfizer, Astrazeneca, Sputnik juga sudah, dan saya kira nanti mereka akan mencari mitra industri farmasinya yang ada di sini," lanjutnya.
Penny menegaskan tentunya nanti akan tetap ada pengawalan terkait izin pakai vaksin COVID-19 yang dinilai menjanjikan.
"Kemudian juga ada vaksin yang kemudian diimpor oleh Indonesia, tentunya untuk diimpor berarti harus sudah mendapatkan izin pakainya, ya masih belum izin edar," lanjutnya.
Penny pun menyebut nantinya vaksin COVID-19 selain Sinovac yang kemungkinan akan diproduksi di Indonesia bisa melalui berbagai industri selain Bio Farma. Ia menegaskan banyak industri farmasi yang sudah mendapat pengawalan BPOM dalam produksi vaksin untuk manusia.
"Jadi selain daripada bio farma industri farmasi bumn, banyak kapasitas dari industri farmasi di indonesia untuk impor atau produksi vaksin manusia itu juga banyak," pungkasnya.
Komentar
Posting Komentar