Remdesivir Disebut Tak Terlalu Bermanfaat, Gilead Pertanyakan Temuan WHO

 Gilead Sciences Inc mempertanyakan temuan organisasi kesehatan dunia WHO soal antivirus remdesivir. Dikatakan, obat ini hanya memberikan sedikit efek pada pasien virus Corona COVID-19.

Dalam Solidarity Trial, WHO menyebut remdesivir hanya memberikan sedikit efek pada kematian ataupun lama waktu perawatan pada pasien dengan gangguan pernapasan.


Perusahaan farmasi asal Amerika Serikat ini menyebut, data yang digunakan tampak tidak konsisten. Temuan tersebut dinilai prematur, sedangkan penelitian lain memvalidasi manfaat remdesivir.


Presiden AS Donald Trump merupakan salah satu pasien COVID-19 yang menerima pengobatan remdesivir. Menurut berbagai penelitian sebelumnya, pemberian remdesivir memperpendek waktu perawatan, meski Uni Eropa tengah menyelidiki kemungkinan cedera ginjal.


Dikutip dari Reuters, penelitian yang dilakukan WHO melibatkan 11.266 pasien dewasa di lebih dari 30 negara. Bukti yang didapat disebut konklusif menurut WHO.


Sementara penelitian Gilead pada 1.062 pasien yang dibandingkan dengan pemberian plasebo menunjukkan adanya waktu pemulihan yang lebih pendek pada pasien COVID-19.


"Data emerging (WHO) tampak inkonsisten, dengan lebih banyak bukti kuat dari penelitian terkontrol dan acak yang dipublikasikan di jurnal peer reviewed memvalidasi manfaat klinis remdesivir," kata Gilead kepada Reuters.

https://kamumovie28.com/zhongkui-snow-girl-and-the-dark-crystal-2015/


Struktur Virus Corona: Cara Hidup, Gejala Terinfeksi, Klasifikasi


Pandemi COVID-19 masih menjadi ancaman bagi sebagian besar wilayah di dunia. Struktur virus Corona pada COVID-19 hampir sama dengan yang mengakibatkan SARS.

Namun, struktur virus Corona penyebab COVID-19 lebih mudah menyebar dan menginfeksi orang-orang di lingkungan sekitar. Karena itu menghadapi COVID-19 wajib menggunakan masker dan rajin cuci tangan.


Saat ini, riset untuk mendapatkan obat dan vaksin untuk menghadapi COVID-19 terus dilakukan di seluruh dunia. Riset menggunakan pengetahuan struktur virus Corona untuk mengetahui perilaku serta solusi yang aman, efektif, dan efisien.


Berikut sekilas struktur virus Corona terdiri atas cara hidup, gejala terinfeksi, dan klasifikasi

A. Cara hidup virus Corona

Dikutip dari situs Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional, virus adalah materi genetik yang diselubungi lapisan protein atau capsid. Cara hidup virus Corona, seperti virus lain, adalah menempel pada sel inang.


Virus mengandalkan metabolisme inang untuk memenuhi kebutuhan dan memperbanyak diri, hingga mengambil alih kehidupan induk. Dengan cara hidup ini, struktur virus Corona tidak bisa dikategorikan sebagai makhluk hidup.


B. Struktur virus Corona

Struktur virus berukuran sangat kecil dan bersifat parasit intraseluler obligat atau menempel pada inang. Virus memiliki materi genetik RNA atau DNA untuk memperbanyak diri.


Materi genetik sangat penting bagi virus sehingga terlindung dalam lapisan protein atau capsid. Dikutip dari situs Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok, struktur virus Corona berbentuk bola dengan ukuran besar.


Beberapa jenis virus Corona bersifat pleomorfik dengan kecenderungan bulat. Diameter rata-rata partikel adalah 125 nm dengan struktur virus Corona yang khas berupa amplop dan tonjolan seperti paku.


Amplop pada struktur virus Corona adalah lapisan lipid ganda yang terdiri atas protein penyusun membran (M), envelope (E), dan spike (S). Protein E dan M sangat penting dalam membentuk selubung dan mempertahankan struktur virus Corona.


Struktur virus Corona rata-rata memiliki 74 S di permukaannya. Sedangkan dalam amplop, tersimpan protein nukleokapsid (N) yang melindungi informasi genetik RNA virus. Amplop, M, dan N melindungi virus Corona saat berada di luar inang.

https://kamumovie28.com/hunting-the-phantom-2015/

Komentar

Postingan Populer