Kisah Miris Wanita Menjomblo 10 Tahun karena Payudara Jadi Aneh Pascaoperasi
Ada berbagai alasan kenapa seseorang bisa menjomblo bertahun-tahun. Lebih nyaman hidup sendiri atau memang belum menemukan seseorang yang tepat jadi pasangan.
Kisah seorang wanita lajang ini sedikit berbeda. Zoe Montgomerie asal Kent, Inggris, sudah menjomblo selama 10 tahun karena alasan fisik. Dia mengaku tidak ada pria yang ingin mengencaninya akibat bentuk payudara yang aneh.
Zoe Montgomerie pernah melakukan operasi pemasangan implan payudara saat usianya 20 tahun. Namun hasilnya tak memuaskan. Payudara Zoe justru jadi kendur dan beda sebelah. Dia juga merasakan sakit dan tidak nyaman pascaoperasi.
"Payudaraku sakit, kendur, ada benjolan dan salah satu implan pecah dan puting tidak di tempat yang seharusnya. Kalau aku duduk atau bergerak, aku bisa merasakan implan itu dan bergerak-gerak sehingga harus membetulkan posisinya. Saat keluar rumah, rasanya sangat aneh dan sakit dan tidak nyaman," tutur Zoe, seperti dilansir Daily Star.
Zoe memutuskan pasang implan karena dia ingin memiliki bentuk payudara yang normal seperti wanita pada umumnya. Wanita berkacamata ini pernah menjalani pengobatan selama sembilan tahun untuk autisme yang diidapnya. Pengobatan jangka panjang itu membuat tubuhnya berhenti berkembang di usia 18 tahun begitu pula payudaranya.
"Payudaraku berhenti tumbuh dan di usia 18 mereka terlihat sangat aneh jadi aku melakukan rekonstruksi payudara total. Aku hanya ingin tampak normal. Aku sangat senang, kupikir hasilnya akan bagus dan terlihat lebih normal. Aku tidak ingin punya payudara besar, hanya seukuran cup C-D," kisahnya.
Zoe operasi payudara saat usianya 20 tahun dan kala itu sebenarnya dia sudah memiliki kekasih. Namun sang kekasih mencampakkannya setelah melihat hasil operasi yang gagal.
"Setelah selesai operasi, pacarku melihat payudaraku dan dia langsung tidak mau berurusan apapun denganku. Pria itu tidak mau tahu dan sekarang aku tidak mau kencan karena terlalu malu. Saat ini aku tidak pacaran. Terakhir kali seorang pria tertarik padaku, dan begitu melihat payudaraku, dia tidak mau tahu (aku) lagi," ujar Zoe.
Satu dekade sudah Zoe hidup dengan bentuk payudara yang aneh. Dokter menyarankan agar dia melakukan operasi lagi untuk memperbaiki bentuk payudaranya. Tapi wanita yang hidup menganggur ini tidak punya cukup biaya.
"Kondisi payudaraku bertambah buruk dan yang satunya lagi pecah juga. Rasanya sangat tidak nyaman dan sakit jadi aku kembali ke rumah sakit (tempat dulu dia operasi payudara) tapi mereka bilang peraturannya sudah berubah dan mereka hanya bisa bantu penderita kanker payudara," tuturnya.
Kini Zoe hanya mengandalkan kebaikan hati dari para dermawan yang mau menyumbangkan uang untuk membiayai operasi payudaranya. Bersama ibunya, Zoe membuat halaman donasi di Go Fund Me.
"Aku akan sangat bahagia jika bisa mendapatkan payudara yang baru, aku akan merasa jauh lebih percaya diri," pungkasnya.
https://nonton08.com/overnight-friends-girl/
Wanita Ini Dapat Penghasilan Rp 284 Juta dari Jualan ASI Eksklusif
Seorang wanita menjadikan ASI (air susu ibu) sebagai ladang bisnis. Ia pun sukses mendapatkan penghasilan hingga ratusan juta rupiah.
Julie Dennis, adalah ibu pengganti yang 'meminjamkan' rahimnya dan melahirkan bayi untuk pasangan suami-istri. Ide jualan ASI muncul sejak Agustus 2019 ketika dia pertama kali menjadi ibu pengganti.
Sebagai ibu pengganti, Julie juga menyediakan ASI bagi bayi yang dilahirkannya selama enam bulan. Begitu sang bayi sudah tidak harus mendapatkan ASI eksklusif, dia pun menjual 'sisa' air susunya.
Julie menjual ASI ke pasangan yang bayinya juga lahir dari ibu pengganti. Satu kantong ASI dihargai sekitar Rp 18 ribu. Hingga kini wanita berusia 32 tahun itu sudah menghasilkan uang Rp 284 juta hanya dari jualan ASI.
Sejauh ini Julie menyediakan kebutuhan ASI untuk dua bayi sampai usia mereka satu tahun. Setiap bulannya, guru SD ini bisa menghasilkan 443 liter susu yang disimpannya di kulkas sebelum dikirimkan ke pemesan.
Menurutnya tujuan jualan ASI bukan sekadar untuk mendapatkan keuntungan, tapi membantu pasangan lain yang kesulitan mendapatkan ASI. Lagipula dia juga tidak punya bayi untuk disusui sehingga berpikir tidak ada salahnya jika mendapat keuntungan dari itu.
"Saya tidak punya bayi untuk disusui setelah enam bulan pertama. Saya dapat kompensasi dari situ (menyusui selama enam bulan -red) dan setelah selesai, saya mulai memasarkan ASI di Facebook dan ada keluarga lain yang membutuhkannya. Mereka juga punya bayi lewat ibu pengganti tapi dia tidak mau atau tidak bisa menyusui jadi mereka menghubungiku," jelasnya, seperti dikutip dari LAD Bible.
Menjual ASI secara online bukannya tanpa kontroversi. Wanita asal Florida, Amerika Serikat, ini mengaku sering mendapat kritik karena mendulang uang dengan cara seperti itu.
Komentar
Posting Komentar