Tips Menulis dan Mencari Ide Ala Marchella FP, Penulis Buku NKCTHI
Menulis dan menciptakan sebuah buku bukanlah hal yang mudah. Tentunya membutuhkan proses yang cukup panjang serta melewati berbagai macam riset. Seperti yang dirasakan oleh penulis buku Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI), Marchella FP. Melalui acara Dove Super Class Lauch 'Ubah Stuck jadi Super Kreatif via Zoom Webinar pada Rabu (9/9/2020), Marchella menceritakan proses sebelum akhirnya buku karyanya tersebut rilis dan diangkat ke layar lebar.
"Aku melakukan riset dulu. Jadi awalnya memang dari pengalaman pribadi tahun 2016 sampai 2017. 2017 sampai 2018 aku riset setahun. Ngedengerin cerita orang, mau tahu beragam cerita sudut pandang, dan itu membantu banget," jelas Marchella FP.
Marchella menjelaskan bahwa dirinya memang tidak secara langsung berbicara dan mendengarkan cerita dari orang lain. Dirinya lebih memilih untuk memanfaatkan media sosial yang dimilikinya untuk melakukan risetnya tersebut.
"Jadi aku gunain Instagram story. Jadi aku mancing aja. Misalnya aku kasih pertanyaan 'apa hal terburuk yang pernah terjadi atau apa kalimat terjahat yangg pernah kalian terima sepanjang hidup', gitu. Nah nanti mereka akan kasih ceritanya dan itu lumayan ramai. Aku bisa terima 4000 sampai 7000 cerita setiap malam dan itu biasanya gunanya untuk menambah perspektif aku sih," jelas wanita 30 tahun itu.
Menurut Marchella, media sosial sangat berperan penting untuk membantunya menyelesaikan buku karyanya. Walaupun demikian, Marchella tidak memungkiri bahwa seringkali dia juga mengalami kesulitan mencari ide menulis untuk menyelesaikan bukunya. Namun Marchella memiliki caranya sendiri untuk mendapatkan dan mengembalikan ide menulisnya.
"Kalau lagi deadline, misalkan aku udah keburu janji bukunya harus jadi minggu depan, nah aku mau nggak mau harus duduk di depan komputer, harus dihadapin apapun yang terjadi. Paling simple adalah udah misalkann lagi lemas banget atau misalkan bangun tidur kayak aduh mager, mau mulai mager. Itu biasanya dipaksain mandi dulu, keramas dulu, biar akunya sendiri tuh senang melihat diri aku. Itu salah satu untuk ngebangun mood. Selain itu ya biasanya baca, nonton, nonton Netflix, dan kegiatan-kegiatan yang bisa dilakukan di rumah sih," jelasnya.
Bagi Marchella, lebih banyak mendengar dan melihat, serta mengurangi berbicara adalah kuncinya untuk mencari dan menemukan ide. Selain itu, merawat dan memastikan diri agar terlihat segar dan bersih juga bisa membuat moodnya meningkat.
Isabella Guzman Pembunuh Ibu Kandung Sakit Paranoid Schizophrenia, Apa Itu?
Isabella Guzman, wanita yang viral karena tersenyum setelah membunuh ibu kandungnya sendiri, dibebaskan dari hukuman. Pengadilan memutuskan tidak menghukumnya karena gangguan kejiwaan yang diidapnya.
Wanita asal Colorado, Amerika Serikat, yang menikam sang ibu hingga 151 kali pada 2013 ini didiagnosa paranoid schizophrenia. Suatu kondisi yang menyerang mental.
Seperti dikutip dari Psycom, paranoid schizophrenia, merupakan jenis penyakit turunan dari schizophrenia. Gangguan ini menyebabkan penderitanya sering berkhayal dan berhalusinasi.
Psikiater Dr. Richard Pounds, menyebutkan adanya tanda-tanda nyata halusinasi pada wanita yang membunuh ibunya ketika ia berusia 18 tahun itu. Richard merupakan salah satu tim dokter yang memeriksa kondisi kejiwaan Isabella Guzman.
"Tatapannya kosong, berbicara dengan seseorang yang tidak ada, dan tertawa sendirian," kata Richard, seperti dikutip dari Daily Mail.
Psikolog Dina Cagliostro, PhD, dalam ulasannya tentang paranoid schizophrenia, menjelaskan bahwa salah satu gejala gangguan ini adalah penderita tidak dapat membedakan mana yang nyata dan hanya khayalan atau halusinasi. Hal ini membuatnya sulit menjalani kehidupan seperti orang pada ummnya.
https://kamumovie28.com/a-woman-a-gun-and-a-noodle-shop/
Komentar
Posting Komentar