PSBB Akan Diperketat, Warga DKI Pilih Olahraga di Mana Nih?

Rencana penerapan PSBB secara ketat di DKI Jakarta pada 14 September tak mempengaruhi semangat warga untuk berolahraga. Ini bisa dilihat dari ramainya aktivitas olahraga di kawasan Jl Sudirman sekitar mal fx, Minggu (13/9/2020) pagi.
Sejak beberapa waktu lalu, kegiatan Car Free Day (CFD) memang sudah ditiadakan. Pemerintah Provinsi DKI sempat menggantinya dengan KKP (Kawasan Khusus Pesepeda) di masa PSBB transisi, namun akhirnya ditiadakan juga mengingat risiko penularan virus Corona COVID-19 masih tinggi.

Namun faktanya, tempat-tempat favorit untuk berolahraga tetap ramai pengunjung. Termasuk di kawasan Sudirman-Thamrin dan seputaran Gelora Bung Karno (GBK). Andai PSBB jadi diperketat, masih mau olahraga nggak ya?

"Saya rasa PSBB nggak ada masalah ya, nggak ada apa-apa. Mungkin protokol kesehatannya aja yang lebih diperhatikan," kata Aal (58) warga Kebon Jeruk, Jakarta Barat, yang sedang beristirahat di sekitar mal fX usai bersepeda, Minggu (13/9/2020).

Hal ini juga disampaikan oleh Adit (24), warga Tanjung Barat, Jakarta Selatan, yang sedang bersepeda di ruas Jl Sudirman. "Iya PSBB nggak ngaruh, karena enak aja rutenya lurus gitu. Tapi kalau sampai ditutup ya nggak apa-apa sih karena ini kan buat kita juga, olahraga bisa di mana aja, di kompleks juga bisa," jelas Adit.

Meski begitu, ada juga warga yang lebih memilih untuk melihat situasi terlebih dahulu, apakah nantinya masyarakat tetap diperbolehkan berolahraga di fasilitas umum atau tidak, selama PSBB ketat di DKI Jakarta berlangsung.

"Jadi apa mungkin kaya PSBB awal saya larinya di sekitar kompleks rumah saja, jadi belum tahu nih mau ke sini lagi apa nggak. Lihat situasi dulu sih pastinya," ucap Prita (38), warga Pancoran, Jakarta Selatan.

Kisah Mengagumkan Lulusan SMA Berharta Rp 40 Triliun

 Di jagat teknologi, ada beberapa sosok yang drop out tapi sukses luar biasa. Sebut saja Steve Jobs, Mark Zuckerberg sampai Bill Gates. Nah orang ini juga sangat hebat karena tidak seperti nama di atas, ia benar-benar tidak pernah kuliah, hanya lulusan SMA.
Dia adalah Sean Parker. Dari sepak terjang di jagat teknologi, Forbes mencatat kekayaannya saat ini tembus USD 2,7 miliar atau lebih dari Rp 40 triliun. Di daftar terbaru Forbes 400, ia menempati urutan 319 orang terkaya di AS. Memang Parker bukan sosok biasa saja, banyak yang menilai dia genius.

Salah satu prestasi Parker adalah menjadi presiden pertama Facebook jauh sebelum media sosial ini meraksasa, tepatnya di tahun 2004. Pada waktu menjadi presiden Facebook itu, umur Parker baru 24 tahun.

Lahir 40 tahun silam di Virginia, Parker lahir dari keluarga cukup berada. Ayahnya Bruce Parker adalah PNS dan ibunya berkecimpung di bisnis periklanan. Ketika umurnya baru 7 tahun, sang ayah sudah mengajarkan pemrograman di komputer Atari 800.

Menginjak usia 16 tahun, Parker sudah menjadi hacker. Bukan hacker sembarangan, ia mampu menjebol jaringan perusahaan-perusahaan raksasa hingga menjadi buron FBI.

Beberapa kali lolos, akhirnya Sean Parker terlacak melalui alamat IP karena tidak sempat log out. Pasalnya secara mendadak komputernya disita sang ayah. FBI pun menangkapnya, namun kemudian dibebaskan karena masih di bawah umur. Hanya dikenai sanksi melakukan pelayanan sosial.

Usia 19 tahun bersama Shawn Fanning, Parker menciptakan situs musik free sharing Napster. Sempat meraup jutaan pengguna, Napster diakuisisi perusahaan Roxio setelah terlibat kesulitan terkait pelanggaran hak cipta. Napster dianggap berjasa mempelopori layanan file sharing peer to peer.

Tahun 2004, Parker pertama kali melihat Facebook di komputer pacar temannya di kampus Harvard. Parker ini tidak asing dengan dunia jejaring sosial. Tahu Friendster? Parker adalah penasihat pendiri Friendster, Jonathan Abrams. Malah, dia pernah punya saham di sana.

Singkat cerita, Parker bertemu dengan Mark Zuckerberg dan Eduardo Saverin, para pendiri Facebook. Mereka setuju mengangkat Parker jadi presiden pertama Facebook.

"Sean Parker adalah yang pertama melihat potensi perusahaan ini untuk menjadi sungguh-sungguh besar," sebut Peter Thiel, investor pertama Facebook.
https://nonton08.com/a-woman-a-gun-and-a-noodle-shop/

Komentar

Postingan Populer