Populer di Indonesia, Hijabers Korea Ayana Moon Ungkap Kisahnya Jadi Mualaf
Hijabers asal Korea Selatan Ayana Jihye Moon yang laris jadi bintang iklan di Indonesia dikenal sebagai seorang mualaf. Ayana melalui jalan berliku untuk memeluk Islam.
Sebelum berhijab, Ayana Jihye Moon pernah menjalani pelatihan untuk menjadi anggota girlband namun kemudian berhenti karena tak disetujui orangtuanya. Ayana Jihye Moon memutuskan untuk belajar agama Islam lewat internet dan kegiatan yang terkait dengan muslim.
Hijabers kelahiran 28 Desember 1995 itu mengaku sejak masih kecil memang sudah tertarik dengan agama Islam. Dalam bukunya yang dirilis pada Maret 2020 ini berjudul Ayana Journey To Islam, Ayana mengungkapkan perjalannya yang tak mudah untuk menjadi seorang muslimah.
Model iklan kosmetik itu mengaku pertama kali mendengar cerita tentang dunia Islam di Timur Tengah dari kakeknya yang kerap berpergian ke negara lain. Sang kakek bercerita tentang kebiasaan umat muslim dan bagaimana para wanita di negeri tersebut berbusana.
"Saya tanya kenapa perempuan di sana memakai hijab, tidak makan babi. Di Korea nggak ada informasi soal Islam," ujar Ayana dalam bukunya.
Cerita sang kakek membuat Ayana semakin penasaran tentang Islam. Seiring pertambahan usianya, dia pun terus mencari tahu mengenai orang muslim. Keingintahuannya itu yang kemudian membawanya ke Malaysia untuk lebih banyak belajar soal Islam.
Saat Ayana ingin belajar lebih jauh tentang Islam di luar Korea, keluarganya memutus dukungan finansial. Ia pun harus bekerja di beberapa tempat sambil tetap sekolah untuk mewujudkan cita-citanya.
"Saya pergi ke Malaysia untuk belajar Islam tapi tidak didukung keluarga, itu ujian terberat saya," tulisnya.
Ketika itu Ayana hampir menyerah dan memutuskan akan kembali ke Korea. Namun sebelum pulang, dia sempat singgah di Indonesia, dan di negeri inilah hidupnya berubah.
Ayana Moon awalnya digandeng oleh merek kosmetik Wardah. Dia kini laris menjadi bintang iklan berbagai produk mulai dari e-commerce hingga minuman isotonik. Wajahnya pun kerap wara-wiri di televisi pada Ramadhan 2020 ini.
3 Cara Mengatasi Masalah yang Sering Muncul Saat Puasa Ramadhan
Puasa Ramadhan yang dijalani selama 30 hari ini membuat rutinitas kehidupan sehari-hari berubah, mulai dari waktu beristirahat hingga pola makan. Dengan adanya perubahan ini, maka tubuh membutuhkan proses adaptasi. Sehingga pada beberapa orang akan mengalami masalah saat menjalani puasa Ramadhan. Berikut tiga masalah paling umum yang dialami ketika berpuasa dan cara mengatasinya:
1. Merasa lapar
Rasa lapar adalah efek pertama yang jelas terasa begitu kamu berpuasa Ramadhan. Kunci untuk mengatasi masalah ini adalah memahami bagaimana perasaan lapar datang dan pergi saat puasa. Banyak orang melaporkan bahwa kelaparan mereda setelah berpuasa beberapa hari. Pada puasa pertama hal yang wajar jika kamu merasa sangat lapar, namun rasa lapar itu akan mereda setelah kamu mulai terbiasa untuk menjalani puasa Ramadhan.
Agar bisa menjalani ibadah puasa Ramadhan dengan baik, kamu dapat mengatasi lapar dengan mengukur seberapa banyak makanan yang dikonsumsi saat berbuka dan sahur. Selain itu menyibukkan diri dan mengacuhkan segala bentuk godaan juga dapat mengatasi rasa lapar ketika sedang berpuasa.
2. Kelelahan Fisik dan Kurang Fokus
Menjalani puasa Ramadhan bukan berarti kamu libur dalam menjalankan segala aktivitas atau pekerjaan. Keinginan untuk istirahat atau tak bekerja saat puasa ini bisa jadi muncul karena kamu merasa lemas. Kurang istirahat atau terlalu lelah dapat membuat tubuh lemas saat menjalankan puasa Ramadhan. Jika tubuh lemas maka pikiran pun akan sulit untuk berkonsentrasi.
Ketika lapar dan haus di siang hari, maka seseorang mudah kehilangan fokus, maka sebaiknya kamu jangan tinggalkan untuk makan dan minum saat sahur. Beberapa orang merasa berat meninggalkan kasur dan lebih memilih melanjutkan tidur ketimbang bangun untuk makan sahur. Padahal makan dan minum saat sahur memegang peranan penting untuk menjaga tubuh tetap prima saat menjalani puasa Ramadhan.
3. Bibir Kering
Bibir kering dan pecah-pecah sering terjadi saat berpuasa. Hal ini adalah sangat wajar dialami karena selama lebih dari 12 jam sehari dalam satu bulan tidak makan dan minum sama sekali. Untuk mengatasi dan mencegah bibir kering dan pecah-pecah sebaiknya penuhilah kebutuhan tubuh dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan serat. Salah satu cara terbaik yaitu dengan minum banyak air putih dan mengonsumsi buah serta sayur.
https://kamumovie28.com/mean-dreams/
Komentar
Posting Komentar