Keras! Luhut Ancam Cabut Izin Proyek-proyek Mandek

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyinggung masalah perizinan. Luhut menegaskan akan mencabut izin dari proyek yang selama ini tidak berjalan alias mandek.
Hal itu disampaikan Luhut pada Rapat Koordinasi (Rakor) Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR dan Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) dalam kunjungan kerja di Labuan Bajo, NTT (10-11/9/2020).

"Kita sering tersandera oleh izin, jadi ke depannya jika ada proyek yang tidak berjalan kami akan cabut izinnya dan kita beri kepada pihak lain yang sanggup menjalankannya," kata Luhut dikutip dari keterangan tertulis Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jumat (11/9/2020).

Pada kesempatan itu, Luhut juga mengingatkan BUMN untuk ikut menyehatkan perekonomian nasional, yaitu dengan tidak menunda pembayaran kepada supplier.

"Kami melihat, pendapatan BUMN-BUMN infrastruktur bisa dikatakan baik atau cukup baik. Jadi saya himbau mereka untuk tidak menunda pembayaran kepada supplier terlalu lama, bahkan ada yang sampai setahun. Sehingga kondisi keuangan BUMN bisa sehat dan perusahaan-perusahaan sehat sehingga bisnis tol lebih sehat lagi," ujarnya.

Luhut juga mengungkapkan adanya peluang sejumlah negara berinvestasi di Indonesia untuk membangun tol. Dana asing tersebut bisa masuk melalui Sovereign Wealth Fund (SWF).

Untuk itu dirinya menekankan pentingnya efisiensi demi menjaring pendanaan dari negara-negara tersebut.

"Studi sangat penting kalau Sovereign Wealth Fund (SWF) masuk ke Indonesia dan berinvestasi di jalan tol, mereka akan melihat efisiensi. Pengalaman kami, masalah pembebasan tanah adalah salah satu hal yang harus betul-betul dicermati. Ini hal kecil tapi kan bisa sangat mengganggu jika tidak cermat menghitungnya," tutur mantan Menko Polhukam itu.

Analisis Mengejutkan Corona Lebih Dulu di Los Angeles Sebelum di Wuhan

 Sebuah analisis penelitian mengungkap bahwa virus Corona telah lebih dulu muncul di Los Angeles, AS sebelum di Wuhan, China. Analisis ini dilakukan oleh para peneliti dari Universitas California Los Angeles (UCLA) dan Universitas Washington.
Seperti dilansir Los Angeles Times, Jumat (11/9/2020), Penelitian ini dilakukan oleh dengan mencatat kenaikan jumlah pasien yang mencari pengobatan untuk batuk-batuk sejak 22 Desember 2019 dan terus naik hingga akhir Februari.

Para peneliti memperoleh data itu setelah menganalisis catatan medis dari rumah sakit dan klinik-klinik setempat di Los Angeles. Mereka membandingkan data catatan medis periode 1 Desember 2019 hingga 29 Februari 2020 dengan data dari periode yang sama selama lima tahun sebelumnya.

Diumumkan di Wuhan
Beberapa dari pasien itu menjalani perawatan di pusat rawat jalan. Sementara yang lain mendatangi unit gawat darurat dan beberapa orang akhirnya dirawat di Pusat Medis Ronald Reagan UCLA dan rumah sakit lainnya yang dikelola UCLA.

Para pejabat pada Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS pertama kali mengakui bahwa Corona mencapai daratan AS pada pertengahan Januari 2020, saat seorang pria di negara bagian Washington yang baru saja berkunjung ke Wuhan dinyatakan positif terinfeksi.

Pada saat itu, menurut para peneliti UCLA dan Universitas Washington dalam kajiannya, para dokter di rumah sakit dan klinik UCLA mungkin telah merawat lusinan pasien Corona tanpa menyadarinya. Hasil kajian ini dipublikasikan pada Journal of Medical Internet Research pada Kamis (10/9) waktu setempat.

Para peneliti tidak melakukan tes diagnostik, sehingga mereka tidak bisa menyatakan dengan pasti kapan dokter pertama kali berhadapan dengan seseorang yang terinfeksi Corona atau disebut juga SARS-CoV-2. Namun jika Corona telah menyebar tanpa terdeteksi sejak Natal 2019, pola kunjungan pasien ke fasilitas-fasilitas medis UCLA terlihat sangat mirip dengan apa yang sebenarnya terjadi.
https://indomovie28.net/the-scorpion-king-book-of-souls/

Komentar

Postingan Populer