Apa Dampaknya untuk Kesehatan Jiwa Nonton Drakor Pelakor di Tengah Corona?
Drama Korea (drakor) The World of The Married sedang menjadi perbincangan warganet di media sosial. Serial drakor The World of The Married dibintangi Kim Hee-ae sebagai Ji Sun-woo dan Park Hae-joon sebagai Lee Tae-oh. Drakor ini bercerita tentang Ji Sun-woo (Kim Hee-ae), seorang dokter yang tampaknya memiliki kehidupan yang sempurna, suami tampan dan baik hati serta anak yang baik.
Namun kesempurnaan hidupnya ternyata tak seperti bayangannya. Semuanya buyar setelah dia menemukan lip balm cherry di kantung saku jaket suaminya. Dari sanalah perselingkuhan suaminya dengan Yeo Da Kyung yang diperankan aktris cantik Han So Hee terbongkar. Ji Sun-woo kemudian mulai membalas dendam pada suaminya.
Drakor ini sukses menyedot antusias para wanita yang menyaksikannya dan menjadi terbawa perasaan oleh akting para pemainnya. Ada yang merasa kesal, emosi dan juga trauma. Apakah perasaan emosi ini baik untuk kesehatan jiwa, khususnya di tengah pandemi Corona ini di mana banyak orang mudah stres?
"Sehat atau tidaknya tergantung tiap orang, karena setiap orang akan berbeda. Ada yang menonton dan tidak memiliki dampak apapun kalau dia sendiri dalam keadaan "sehat mental" tapi bagaimana jika yang menonton tidak dalam kondisi sehat mental, apa yang terjadi dengan pikirannya dan perasaannya saat menonton sesuatu yang membangkitkan emosi, kemarahan, ketakutan, kekesalan dan ketidaknyamanan dalam dirinya? Bisa dibayangkan? Menghadapi pandemi ini aja sudah menyulitkan bagi sebagian orang, membuat jenuh, kesal, bingung dan tertekan secara psikologis, lalu mengapa menambahnya dengan tontonan yang makin membuat stres," ungkap Mei berbincang dengan Wolipop baru-baru ini.
Ia menyaran bagi para pecinta drakor agar tidak terbawa emosi ketika menonton karena di situasi pandemi virus Corona ini kita harus tetap menjaga kesehatan fisik dan mental.
"Sebaiknya pilih drakor yang membuat anda lebih positif, senang, bahagia dan tenang. Apalagi saat ini di mana pikiran dan perasaan kita memegang peranan penting dalam hidup kita, sehingga bukan hanya tangan kita yang selalu dicuci agar bersih dari kuman atau kotoran, namun pikiran kita juga harus dibersihkan dari hal-hal yang dapat membuat kita marah, panik, kesal ,emosi, dan lain-lain. Salah satu caranya ya memilih tontonan. Jadi Pilihlah drakor yang menyehatkan pikiran, banyak kok pilihan drakor," sarannya.
Selain itu, Mei juga memberikan pesan tambahan untuk kamu yang kecanduan drama Korea. "Kita semua pada dasarnya punya addiction atau pecandu, ada yang addict film, makan, kopi dan lainnya. Jadi bukan hanya addict tontonan, sehingga penting bagi kita untuk melihat seberapa besar efeknya tontonan bagi pikiran dan perasaan kita sendiri. Ukurannya adalah pikiran dan perasaan kita karena itu yang akan mempengaruhi perilaku kita sendiri," pungkasnya.
Cara Mudah Membuat Face Shield Sendiri dari Botol Bekas untuk Cegah Corona
Belakangan ini mika plastik pelindung wajah atau face shield menjadi tren baru yang dipercaya dapat melindungi diri dari infeksi COVID-19. Namun efektifitas penggunaan face shield sendiri masih banyak menjadi perdebatan dan perlu diteliti lebih lanjut.
Sampai saat ini, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau CDC masih mengatakan bahwa hal terbaik untuk melindungi diri dari COVID-19 adalah dengan melakukan isolasi diri, menjaga jarak sosial, menggunakan masker, hindari menyentuh wajah dengan tangan, dan rajin mencuci tangan menggunakan air dan sabun atau hand sanitizer. Namun beberapa orang percaya bahwa cukup penting untuk mengambil tindakan pencegahan selangkah lebih maju, seperti dengan menggunakan face shield.
Shan Soe-Lin, seorang dosen urusan global Universitas Yale di New Haven, Connecticut dan ahli imunologi terlatih mengatakan kepada Today bahwa face shield atau mika plastik pelindung wajah tidak perlu dikenakan oleh masyarakat umum. Menurut Soe-Lin, bagi masyarakat umum seperti dirinya, melakukan jaga jarak dan mengenakan masker kain sudah sangat cukup. Face shield tidak dapat menyaring udara dan pada akhirnya hanya berfungsi untuk memblokir tetesan agar tidak mengenai wajah, terutama jika tidak dikenakan bersama dengan masker penutup wajah.
Namun Dr. Amesh Adalja, seorang sarjana senior Johns Hopkins University Center for Health Security di Baltimore, Maryland, yang berfokus pada munculnya penyakit menular dan kesiapsiagaan menghadapi pandemi, mengatakan bahwa face shield atau mika plastik pelindung wajah dapat membantu untuk sementara waktu, selama para ahli bekerja untuk menentukan keefektifan masker kain.
https://nonton08.com/not-bothered-sexual-play/
Komentar
Posting Komentar