Alasan Kumpul-kumpul 'Penutupan' Sebelum PSBB
Kumpul-kumpul 'closing-an' alias penutupan sebelum penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) tampaknya jadi tren di kalangan anak muda akhir pekan ini. Tidak takut virus Corona atau saking sudah frustrasi apa-apa dibatasi?
Menurut pengakuan seorang remaja kepada detikcom, kumpul-kumpul semacam ini mereka lakukan sekadar untuk 'have fun' melampiaskan kebosanan. Mereka tidak khawatir dengan risiko penularan karena sehari-hari memang sering berkumpul.
"Saya sih kumpul-kumpul aja dan yakin gak kenapa-napa. Toh, emang hampir setiap hari kan sama mereka. Kalau mereka kena, saya juga bakal kena," kata remaja yang tak mau disebut namanya tersebut.
Beberapa warga yang ditemui detikcom juga mengaku tetap akan menggelar kumpul-kumpul dengan rekannya ketika PSBB kembali diperketat. Selama menerapkan protokol kesehatan, mereka menganggapnya aman-aman saja dilakukan.
"Karena bakal banyak tempat yang tutup, palingan kita kumpul di cafe punya temen kita aja sih," kata seorang pengunjung mal.
Sementara itu, psikolog Nuzulia Rahma Tristinarum mengomentari kecenderungan foto-foto saat berkumpul lalu membagikannya di media sosial. Menurutnya, hal itu akan mempengaruhi orang lain yang melihatnya dan mendorong untuk ikut-ikutan.
Dengan masih tingginya kasus penularan COVID-19, kumpul-kumpul tentu meningkatkan risiko. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 100 dokter meninggal dunia di garis depan penanganan COVID-19.
"Berempatilah pada beberapa nakes yang sedang berjuang, yang bahkan bisa jadi sedang berjuang demi salah satu anggota keluarga kita. Salah satu ciri manusia masih menjadi manusia adalah jika masih memiliki hati dan empati," pesan Rahma.
Akhir Pekan Terakhir Sebelum PSBB, Bundaran HI Masih Ramai Pesepeda
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana memperketat PSBB (pembatasan sosial berskala besar) awal pekan depan. Akhir pekan terakhir, masih banyak pesepeda yang beraktivitas di Bundaran HI.
Pantauan detikcom pada pukul 06.00 WIB, Minggu (13/9/2020), tampak sejumlah pesepeda melintas di Bundaran HI. Sebagian hanya melintas, sebagian lainnya duduk-duduk dan berkumpul.
Tampak juga beberapa petugas tengah bersiap melakukan pengamanan.
Diberitakan sebelumnya, DKI Jakarta akan memperketat PSBB karena kasus penularan virus Corona COVID-19 masih tinggi selama masa PSBB transisi. Detail tentang PSBB yang diperketat akan disampaikan siang ini.
Rencana penerapan PSBB yang lebih ketat menuai banyak reaksi. Ada yang mendukung untuk menekan risiko penularan, ada juga yang menentang dengan pertimbangan ekonomi yang terpuruk.
Aktivitas Olahraga Masih Ramai di Sudirman-Thamrin, Sepeda Mendominasi
Menjelang penerapan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) secara ketat di DKI Jakarta, aktivitas olahraga di akhir pekan masih tampak ramai. Di kawasan Jl Sudirman, pesepeda mendominasi.
Pantauan detikcom sejak pukul 6:00 WIB, ruas jalan Jl Sudirman di sekitar mal fX masih banyak dilintasi pesepeda. Petugas tampak berjaga-jaga mengamankan jalur.
Kondisi serupa juga terpantau di sekitar Bundaran HI hingga ruas Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat. Pesepeda cukup mendominasi, baik yang melintas maupun kumpul-kumpul.
"Kita fokus ke pesepedanya untuk menggunakan jalur sepeda paling pinggir, paling kiri," kata Paksi, seorang petugas Satpol PP di sekitar Bundaran HI, Minggu (13/9/2020).
Sementara itu, aktivitas jogging banyak dilakukan di area pedestrian Jl Sudirman. Belum ada informasi apakah kawasan GBK (Gelora Bung Karno) akan ditutup ketika PSBB diperketat.
https://nonton08.com/riki-oh-the-story-of-ricky/
Komentar
Posting Komentar