Video Zara Adhisty Viral, Dampak Kejiwaan Jadi Sorotan

Beredarnya video 'tak pantas' Zara Adhisty dan Zaki Pohan jadi sorotan. Selain akan berdampak pada pelaku, dikhawatirkan akan berpengaruh juga pada kejiwaan anak dan remaja yang menontonnya.
Bagi pelaku, yakni Zara dan Zaki, salah satu dampaknya adalah seperti yang saat ini terjadi yauti bullying masif di media sosial. Hal ini bisa memberikan efek negatif bagi kejiwaan.

"Kehidupan sehari harinya bisa terganggu, mentalnya bisa terganggu karena adanya stres dan kecemasan yang tinggi dalam menghadapi respons negatif yang berlangsung terus menerus," kata Nuzulia Rahma Tristinarum, seorang konselor dan psikolog Pro Help Center (Layanan Konsultasi Pendidikan dan Psikologi).

Menurut Rahma, seseorang yang khilaf mengunggah video semacam ini sebaiknya menenangkan diri dan merenung. Bullying serta dampak negatif lainnya bisa jadi bahan introspeksi diri untuk belajar jadi lebih baik.

"Jika merasa sangat stres dan cemas yang tidak tertangani, carilah bantuan ahli seperti konselor atau psikolog," saran Rahma.

Sedangkan bagi anak dan remaja yang, dengan sengaja maupun tidak, menonton video tidak pantas tersebut, Rahma menyebut keinginan untuk coba-coba dan mencontoh bisa saja muncul. Hal yang paling mengkhawatirkan adalah jika perilaku semacam itu dianggap biasa.

"Merasa bahwa hal yang terjadi dalam video adalah hal yang wajar dilakukan," kata Rahma.

Bimbingan orang tua dan lingkungan, menurut Rahma tidak kalah penting agar anak dan remaja lebih punya kontrol diri. Harus selalu bisa memilah, mana yang baik dan mana yang tidak baik.

WHO Perkirakan COVID-19 Selesai dalam 2 Tahun

 Sebagian wilayah Eropa tengah berjuang menghadapi peningkatan kasus virus Corona COVID-19. Organisasi Kesehatan Dunia WHO memperkirakan pandemi akan bisa teratasi kurang dari 2 tahun.
"Kita punya kelemahan soal globalisasi, kedekatan, keterhubungan, tetapi punya kekuatan teknologi yang lebih baik, jadi kami harap bisa menyelesaikan pandemi kurang dari dua tahun," kata pimpinan WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, dikutip dari News.com.au, Sabtu (22/8/2020).

"Memanfaatkan perangkat yang ada hingga maksimal dan berharap kita bisa punya perangkat tambahan seperti vaksin, saya pikir kita bisa menyelesaikan lebih singkat dari flu 1918," lanjutnya.

WHO berharap anak di atas usia 12 tahun makin banyak yang pakai masker seperti halnya orang dewasa untuk mencegah makin menyebarnya virus Corona.

Sementara itu, sejumlah negara di Eropa tengah menghadapi peningkatan jumlah kasus. Di Spanyol, Madrid melaporkan lebih dari 8.000 kasus dalam 24 jam. Prancis tak jauh beda, dua hari berturut-turut melaporkan 4 ribu lebih kasus, angka yang tidak terlihat sejak Mei.

Sosok Bu Tejo dan 'Bahayanya' Menurut Psikolog

 Popularitas film pendek Tilik dengan karakter utama Bu Tejo mengajarkan banyak nilai kehidupan. Salah satunya soal perlunya selalu cek fakta agar tak jadi sosok yang 'ngeselin' seperti Bu Tejo.
"Ngomongin orang, membangun asumsi dan penjelasan mengenai seseorang atau sesuatu hal hanya berdasarkan secuplik informasi yang tidak komplit," kata Veronica Adesla, psikolog klinis dari Personal Growth.

Dihubungi detikcom baru-baru ini, Vero menyebut karakter Bu Tejo sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari. Sosok seperti Bu Tejo bisa ditemukan di sekitar kita dan senang sekali menyebar informasi yang tidak jelas sumbernya.

Menurut Vero, film ini mengajarkan untuk selalu cek fakta dan tidak begitu saja percaya dengan informasi yang viral. Tidak selalu, faktanya sesuai dengan asumsi yang dibangun.

"Pastikan untuk menegakkan asas praduga tidak bersalah, dan jangan membangun penjelasan sendiri dari informasi yang tidak lengkap, tidak benar, dan tidak dapat di percaya. Pastikan sumber yang terpercaya dan informasi yang lengkap. Asumsi bukan berarti fakta," saran Vero.

Bu Tejo adalah tokoh rekaan dalam film pendek berjudul 'Tilik' yang tengah viral belakangan ini. Berkisah tentang rombongan ibu-ibu yang hendak 'tilik' alias besuk Bu Lurah yang sedang dirawat di rumah sakit.

Sepanjang perjalanan, berkembang gosip miring tentang Dian, kembang desa yang dituding sebagai perempuan 'tidak benar'. Bu Tejo yang hanya mendaat informasi dari internet, berapi-api menyebar opini negatif tentang sosok Dian.
https://kamumovie28.com/wrong-turn-5-bloodlines-2/

Komentar

Postingan Populer