Vaksin Corona China Sinopharm Siap Pakai Akhir 2020, Ini Harganya Sekali Suntik
China National Pharmaceutical Group (Sinopharm) tengah mengembangkan vaksin virus Corona potensial. Vaksin ini sudah memasuki uji klinis tahap akhir pada manusia, dilakukan di Uni Emirat Arab.
Dikutip dari Reuters, vaksin Corona China siap digunakan publik pada akhir tahun 2020. Berapa sih harganya?
Disebutkan, tidak lebih dari 1.000 yuan setara USD144,27 atau 2,1 juta rupiah untuk dua kali suntikan, demikian lapor media pemerintah pada hari Selasa, mengutip pernyataan Ketua Sinopharm Liu Jingzhen.
"Ini (vaksin) tidak akan dikenakan harga terlalu tinggi. Diperkirakan akan menghabiskan biaya beberapa ratus yuan untuk satu suntikan, dan untuk dua suntikan biayanya kurang dari 1.000 yuan," kata Liu kepada surat kabar Guangming Daily.
Pemerintah dan produsen obat di seluruh dunia tengah berlomba-lomba mengembangkan vaksin COVID-19. Lebih dari 200 kandidat vaksin sedang dalam pengembangan.
Ada lebih dari 20 vaksin saat ini masuk tahap uji klinis manusia. Moderna Inc mengatakan awal bulan ini, bahwa vaksinnya dikenakan harga USD32 hingga USD37 atau sekitar 400 hingga 500 ribu rupiah per dosis.
China National Biotec Group (CNBG), unit Sinopharm, telah memindahkan dua strain vaksin menggunakan metode yang sama ke dalam uji coba pada manusia. Pabrik perusahaan di Wuhan dan Beijing jika digabungkan dapat menghasilkan lebih dari 200 juta dosis obat setiap tahun.
Pejabat Negara Ini Dua Kali Positif Corona Dalam 5 Bulan
Seorang pejabat negara di Filipina dinyatakan positif terinfeksi virus Corona kedua kalinya dalam lima bulan. Eduardo Ano, Menteri Dalam Negeri Filipina ini dipastikan positif terinfeksi setelah mengalami gejala mirip flu pekan lalu.
Eduardo pertama kali didiagnosis terinfeksi COVID-19 pada Maret 2020 lalu. Namun, saat itu ia tidak menunjukkan adanya tanda-tanda penyakit tersebut.
Sebelumnya, penelitian menunjukkan orang-orang yang terinfeksi virus Corona bisa membentuk antibodi, seminggu setelah infeksi atau gejala penyakit itu muncul. Tetapi, mereka pun masih tidak yakin apakah tubuh secara sistematis bisa membangun kekebalan yang cukup untuk menangkal serangan baru virus.
Jika bisa, berapa lama kekebalan itu akan bertahan juga masih belum diketahui. Di beberapa penelitian menunjukkan kekebalan yang terbentuk pada pasien yang sembuh dari serangan virus itu hanya bisa bertahan dalam beberapa bulan, atau bahkan beberapa minggu.
Terkait kondisi Eduardo Ano, Wakil Menteri Kesehatan Filipina Dr Maria Rosario Vergeire mengatakan, kini para ahli sedang menganalisis gejala yang dialami Ano. Mereka juga tengah menunggu hasil laboratorium untuk memastikan kalau ini benar-benar infeksi kedua.
"Jangan sebut itu infeksi ulang. Komunitas ilmiah belum menyatakan bahwa infeksi ulang itu benar bisa terjadi," tegas Dr Vergeire, dikutip dari The Straits Time, Rabu (19/8/2020).
Menteri Ano kembali menjalani tes COVID-19 jelang pertemuannya dengan Presiden Rodrigo Duterte dan anggota kabinet lainnya pada Senin lalu. Tes ini juga menjadi penentu apakah kebijakan lockdown di Manila akan diperpanjang lagi.
https://cinemamovie28.com/the-vampire/
Komentar
Posting Komentar