Update Corona Indonesia 14 Agustus: Tambah 2.307, Total 135.123 Kasus

 Jumlah kasus konfirmasi positif virus Corona COVID-19 pada Jumat (14/8/2020), menjadi 135.123 kasus. Sebanyak 89.618 sembuh dan 6.021 meninggal.
Demikian dikutip dari rilis yang diterima detikcom pada pukul 15.30 WIB.

Berikut detail perkembangan virus Corona di Indonesia hari ini:

1. Kasus positif bertambah 2.307 menjadi 135.123

2. Pasien sembuh bertambah 2.060 menjadi 89.618

3. Pasien meninggal bertambah 53 menjadi 6.021

Sebelumnya pada Kamis (13/8/2020) jumlah konfirmasi positif virus Corona COVID-19 tercatat 132.816 kasus dengan 87.558 pasien sembuh dan 5.968 meninggal.

WHO Kritik RI Soal Pembukaan Sekolah di Zona Kuning: Bisa Perparah Penularan

Dalam laporan resmi perkembangan terkini situasi COVID-19 di Indonesia, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan beberapa catatan. Salah satunya terkait pembukaan sekolah.
Laporan bertanggal 12 Agustus 2020 tersebut menyoroti kebijakan pemerintah Indonesia yang membuka opsi anak-anak di zona kuning bisa kembali sekolah. WHO menyebut ini bisa semakin memperparah penularan lokal, seperti yang sudah banyak terjadi di negara-negara lain.

"Keputusan membolehkan anak di zona kuning kembali sekolah berisiko memperparah penularan lokal, membebani fasilitas dan sumber daya tenaga medis, serta dalam jangka panjang malah memperlambat pemulihan ekonomi," tulis WHO seperti dikutip dari situs resminya pada Jumat (14/8/2020).

"Data menunjukkan bahwa anak-anak usia lima sampai 14 tahun berkontribusi sebanyak 6,8 persen dari total konfirmasi kasus COVID-19 di Indonesia. Jauh di atas rata-rata dunia yang angkanya 2,5 persen berdasarkan pantauan WHO. Angka ini bisa meningkat bila sesi belajar tatap muka dilanjutkan," lanjut laporan.

Keputusan Indonesia membuka sekolah di zona kuning sebelumnya diumumkan oleh Ketua Satgas COVID-19 Doni Monardo pada 7 Agustus 2020. Kebijakan ini disebut Doni disesuaikan dengan kebijakan pemda setempat.

Kata Dokter Paru Soal CDC Larang Masker yang Ada Exhaust-nya

 Baru-baru ini Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menegaskan bahwa masker yang memiliki vent atau ventilasi tidak boleh dipakai. Jenis masker ini disebut tidak efektif dalam mencegah penyebaran virus Corona COVID-19.
"Masker dengan katup atau ventilasi pernapasan TIDAK boleh dipakai untuk membantu mencegah orang yang memakai masker menyebarkan COVID-19 ke orang lain," sebut laman resmi CDC terkait pedoman barunya.

Masker dengan ventilasi satu arah kerap dilengkapi juga dengan kipas exhaust. Untuk menangkal polusi memang efektif karena masker ini mengalirkan udara dari dalam masker keluar, tetapi tetap bisa menyaring udara yang masuk.

Namun untuk pencegahan virus Corona tentu tidak efektif. Seandainya pemakainya adalah carrier alias positif COVID-19, maka ia bisa menularkan lewat droplet yang keluar dari ventilasi.

Ahli paru dari RS Persahabatan, dr Erlang Samoedro, SpP, membenarkan bahwa masker semacam itu memang tidak efektif mencegah penularan virus Corona COVID-19. Bahkan, dr Erlang menyebut masker yang memiliki exhaust ini bisa membahayakan. Mengapa begitu?

Kalau orang terkonfirmasi sakit COVID-19 kemudian pakai masker ini, sama saja nggak pakai masker. Dia terlindungi dari ancaman luar, tapi justru mengancam orang di luar
dr Elang Samoedro, SpP - RS Paru Persahabatan

"Ya tidak efektif lah. Kan slogannya masker Anda melindungi saya. Nah kalau ada vent-nya berarti masker Anda tidak melindungi saya," sebut dr Erlang saat dihubungi detikcom Jumat (14/8/2020).

"Malah masker Anda mencelakai saya," tegasnya.

Menurut dr Erlang, pasien Corona yang menggunakan masker ini layaknya tidak seperti memakai masker.

"Kalau orang terkonfirmasi sakit COVID-19 kemudian pakai masker ini, sama saja nggak pakai masker. Dia terlindungi dari ancaman luar, tapi justru mengancam orang di luar," pungkasnya.
https://cinemamovie28.com/popstar-never-stop-never-stopping/

Komentar

Postingan Populer