Soal Perkosaan di Bintaro, Ini Sebabnya Korban Kekerasan Seks Takut Bicara

Kasus perkosaan perempuan berinisial AF di Bintaro, Tangerang Selatan, akhirnya terungkap setelah hampir satu tahun. Kasus ini mencuat setelah AF curhat di media sosial tentang perkosaan yang dialaminya pada pertengahan Agustus 2019.
Lantas mengapa korban kekerasan seksual umumnya sulit untuk bersuara terkait hal ini?

Menurut psikolog klinis dari Personal Growth Veronica Adesla, ada beberapa kemungkinan penyebab korban kekerasan seksual sulit untuk bersuara. Di antaranya adalah rasa trauma dan timbulnya ketakutan terhadap stigma yang akan diberikan masyarakat kepada korban.

"Terus belum lagi ketakutan akan kemungkinan pelaku kemudian menyerang atau mengancam balik. Itu bisa menyebabkan kenapa banyak korban kekerasan seksual akhirnya tidak speak up," kata Vero, sapaan akrabnya kepada detikcom, Rabu (12/8/2020).

Meski memilih bersuara atau tidak adalah hak korban, Vero menyarankan sebaiknya para korban kekerasan seksual untuk berani bersuara agar kejahatan seperti ini tidak terjadi lagi.

"Karena dengan speak up kita membela apa yang menjadi hak kita. Kita mengganjar secara hukum orang yang melakukan tindakan kekerasan tersebut, sehingga tidak ada korban berikutnya dari orang yang bersangkutan," pungkasnya.

Gandeng China, Arab Saudi Mulai Uji Klinis Fase 3 Vaksin Corona

 Arab Saudi mulai melaksanakan uji klinis fase ketiga vaksin untuk virus Corona COVID-19. Uji klinis tersebut akan melibatkan setidaknya 5.000 sukarelawan yang berada di negara tersebut.
Menurut Kementerian Kesehatan Arab Saudi, pengujian ini dilakukan sebagai upaya untuk melawan pandemi virus Corona yang saat ini sudah menyebar ke banyak negara. Uji fase ketiga ini dilakukan di pusat kesehatan di tiga wilayah, yaitu Riyadh, Makkah, dan Damman.

Uji klinis ini juga dilakukan sebagai bagian dari perjanjian antara Kementerian Arab dengan perusahaan pengembang vaksin di China, yaitu CanSino.

Berdasarkan hasil penelitian yang diterbitkan di The Lancet, pada uji di fase kedua vaksin Corona tersebut telah terbukti aman dan bisa memicu respon imun yang signifikan pada sebagian besar relawan vaksin saat itu.

Vaksin ini menggunakan virus flu yang tidak berbahaya yang dikenal dengan Adenovirus type-5 (Ad5). Virus ini membawa materi genetik dari virus Corona ke dalam tubuh relawan vaksin yang berusia di atas 18 tahun, sehingga membentuk kekebalan tubuh.

Di Arab Saudi, kasus virus Corona yang terkonfirmasi jumlahnya masih naik-turun. Ini terjadi pasca Hari Raya Idul Adha lalu, karena banyak masyarakat setempat yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

Saat ini, di Arab Saudi terdapat 1.816 pasien yang sedang menjalani perawatan intensif. Selain itu, ada pertambahan jumlah kasus baru sebanyak 1.428 pada Minggu (9/8/2020), sehingga totalnya mencapai 288.690. Sementara pasien yang sembuh mencapai 252.039 orang.

"Angka-angka ini memang sedikit meningkat, tetapi mereka bukan penyebab utama wabah atau kluster penularan (saat ini)," kata juru bicara Kementerian Arab Saudi, yang dikutip dari Arab News, Rabu (12/8/2020).
https://cinemamovie28.com/rurouni-kenshin-kyoto-inferno-2/

Komentar

Postingan Populer