Seperti Miliarder McAfee, Orang-orang Ini Viral Gegara Masker Celana Dalam
Baru-baru ini miliarder teknologi asal Amerika Serikat (AS), John McAfee mengaku mendapat panggilan dari pihak kepolisian Norwegia. lantaran menggunakan masker berbentuk aneh saat hendak menghadiri sebuah acara.
Masker yang ia gunakan ternyata dibuat dari celana dalam wanita atau thong. Celana dalam tersebut berwarna hitam yang dilengkapi juga dengan tali untuk menggantungkannya di telinga.
Akibat ulahnya tersebut, McAfee pun ditahan petugas setempat dan tidak bisa melanjutkan perjalanan. Janice, istri dari McAfee, mengonfirmasi penahanan suaminya lewat akun Twitter sambil memperlihatkan sejumlah foto McAfee mengenakan thong.
Dikutip dari berbagai sumber, orang-orang ini juga pernah pakai masker celana dalam.
1. Sopir mobil pikap
Beberapa waktu lalu viral sopir pikap menggunakan celana dalam sebagai ganti untuk masker untuk menangkal virus Corona COVID-19.
Hal ini diketahui dalam sebuah video yang dibagikan oleh akun facebook bernama Abahe Fika seperti dilihat detikcom beberapa waktu lalu.
2. Penumpang pesawat
Ketika semua orang pakai masker, pria ini menggunakan sebuah celana dalam sebagai penutup wajah. Dilihat detikcom dalam akun Instagram PassangerShamng, pria ini tampak memakai celana dalam berwarna pink muda dan dijadikan sebagai masker.
Pria tersebut tampak menggunakannya sebagai masker dengan ditutupi topi. Pria tersebut pun sempat menengok ke kanan-kiri, tapi penumpang lain seperti tidak peduli.
"Oh hey semua, lihat saya memakai celana dalam renda sebagai masker," tulis akun tersebut dalam caption.
3. Lupa membawa masker
Beberapa waktu lalu beredar video di Youtube seorang wanita yang nekat membuka celana dalamnya saat diminta untuk memakai masker. Dia mengenakan celana dalamnya itu sebagai pengganti untuk memakai masker wajah.
Dilansir dari laman Fox News, terlihat dari rekaman CCTV wanita asal Ukraina itu mendatangi kantor pos di Nova Posha di Kiev. Wanita tersebut masuk dan berjalan ke meja petugas kantor pos tanpa menggunakan masker.
Dia pun ditegur oleh petugas dan mengatakan jika dirinya tidak akan dilayani karena tidak menggunakan masker. Saat diberitahukan hal tersebut, wanita tersebut nekat langsung melepaskan celana panjangnya di depan pelanggan lainnya. Kemudian, ia kemudian melepas celana dalamnya yang berwarna putih dan memakainya sebagai masker wajah.
Soal Jejak Corona di Frozen Food, WHO: Tak Ada Bukti Menular lewat Makanan
- China kembali menemukan jejak virus Corona dalam makanan beku atau frozen food yang membuat khawatir banyak orang. Namun, direktur eksekutif program darurat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dr Mike Ryan, mengatakan belum ada bukti virus Corona menular lewat makanan hingga saat ini.
"Namun saat ini tidak ada bukti bahwa makanan ikut serta dalam penularan virus Corona," ujar dr Mike Ryan dalam siaran pers di kantor WHO Jenewa, yang dikutip dari CNBC International, Kamis (14/8/2020).
"Orang tidak boleh takut pada makanan atau pengemasan makanan, atau pemrosesan dan pengiriman makanan. Makanan sangat penting," imbuhnya.
"Dan saya tidak suka berpikir bahwa kita akan menciptakan kesan ada masalah dengan makanan kita. Kami berada di bawah tekanan yang cukup (dalam menghadapi pandemi)," jelasnya.
Tak hanya WHO, para peneliti di China pun sampai saat ini masih terus mempelajari masalah tersebut. Bahkan badan internasional sedang melacak temuan mereka.
Dilaporkan NBC News, sebelumnya tiga kota di China melaporkan temuan jejak virus di permukaan frozen food impor selama empat hari. Ini meningkatkan kekhawatiran bahwa virus itu bisa ditularkan melalui makanan dan menyebabkan wabah baru.
Dalam membuktikannya, pejabat WHO mengatakan otoritas kesehatan China sudah menguji setidaknya ratusan ribu sampel frozen food dan menemukan 'sangat sedikit' jejak virus Corona. Mereka juga mengatakan telah mengeluarkan panduan dari United Nations Food and Agriculture Organization yang berkaitan dengan cara menangani makanan dengan aman.
"Bahkan jika virus memang menular lewat makanan yang tidak ditunjukkan oleh bukti, virus dibunuh sebelum kita memakannya," kata kepala unit penyakit dan zoonosis WHO, Maria Van Kerkhove.
"Kalau virus sebenarnya ada di makanan, dan kita tidak punya contoh di mana virus ini ditularkan sebagai bawaan makanan, padahal seseorang sudah mengkonsumsi produk makanan, virus itu bisa dibunuh seperti virus lain juga, bisa dimatikan kalau dagingnya sudah matang," imbuhnya.
https://cinemamovie28.com/son-of-the-mask/
Komentar
Posting Komentar