Rusia Umumkan Vaksin Corona Pertama di Dunia, Begini Reaksi AS

 Presiden Rusia Vladimir Putin hari Selasa (11/8/2020) mengumumkan bahwa Rusia telah menjadi yang pertama di dunia yang memberikan persetujuan peraturan untuk vaksin virus Corona.
Meski demikian, Menteri Kesehatan Amerika Serikat (AS) Alex Azar mengatakan bahwa AS tidak akan terpengaruh oleh klaim temuan vaksin virus Corona pertama dari Rusia. Disebutkan Azar, AS lebih memprioritaskan keamanan dan efektivitas dalam pengembangan vaksin.

"Intinya bukan menjadi yang pertama dengan vaksin, intinya adalah memiliki vaksin yang aman dan efektif untuk masyarakat Amerika dan masyarakat dunia," jelas Azar dikutip dari ABC News.

"Kami membutuhkan data yang transparan, dan itu harus data tahap ketiga, yang menunjukkan bahwa vaksin itu aman dan efektif," tambah Azar.

Klaim Rusia atas vaksin tersebut telah menimbulkan keraguan dari berbagai para ahli, yang mengatakan bahwa negara tersebut menyetujui vaksin hanya berdasarkan data awal yang tidak lengkap.

Selain itu, Komisaris Food and Drug Administration (FDA) Scott Gottlieb juga mengkritik klaim soal vaksin Rusia yang dianggap masih terlalu dini untuk diresmikan menjadi vaksin.

"Rusia 'menyetujui' vaksin yang setara dengan data fase I mungkin merupakan upaya lain untuk memicu keraguan atau mendorong AS untuk memaksa tindakan awal pada vaksin kami," tulis Gottlieb dalam postingan Twitternya.

Pakar ahli infeksi menular terkenal di AS, Dr Anthony Fauci, berharap bahwa Rusia bisa membuktikan vaksin yang mereka produksi aman.

"Saya berharap Rusia benar-benar telah membuktikan secara pasti bahwa vaksin itu aman dan efektif. Saya benar-benar ragu bahwa mereka telah melakukan itu," ujar Fauci.

Rusia Klaim 20 Negara Sudah Pesan 1 Miliar Dosis Vaksin Corona 'Sputnik V'

 Rusia menyebut telah menerima permintaan awal untuk 1 miliar dosis vaksin COVID-19. Kirill Dmitriyev, kepala Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) yang mendanai proyek vaksin, mengatakan bahwa Rusia telah menerima permintaan untuk produksi satu miliar dosis vaksin COVID-19 Sputnik V dari 20 negara.
Sementara beberapa negara Amerika Latin, Timur Tengah dan Asia telah menyatakan minatnya untuk membeli vaksin Rusia, beberapa kontrak negara lain telah diselesaikan.

"Kami telah menerima permintaan awal untuk pembelian lebih dari 1 miliar dosis vaksin dari 20 negara bagian," ujar Dmitriyev dalam konferensi pers yang dilakukan secara daring dikutip dari NDTV, Rabu (12/8/2020).

"Kami siap memastikan produksi lebih dari 500 juta dosis vaksin bersama dengan mitra asing kami di lima negara, dan kami berencana untuk meningkatkan kapasitas produksi kami," sambungnya.

Dmitriyev membenarkan bahwa RDIF telah setuju untuk mengadakan uji klinis tahap ketiga vaksin COVID-19 di luar negeri dengan Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Brasil, dan negara bagian lain.

Hanya saja kebijakan vaksinasi COVID-19 di Rusia banyak dikritik oleh para ilmuwan di seluruh dunia. Sebab diketahui negara tersebut baru melakukan dua uji coba vaksin, dengan yang ketiga direncanakan setelah sukarelawan mendaftar.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga belum menerima informasi yang cukup tentang bagaimana Rusia mengembangkan vaksin untuk mengevaluasinya.
https://cinemamovie28.com/hot-for-teacher/

Komentar

Postingan Populer