Pria Hidup Ngontrak Demi Penampilan, Malah Rogoh Rp 353 Juta Buat Perawatan
Pria berbadan kekar ini terobsesi dengan perawatan kecantikan, bahkan operasi plastik. Kebiasaannya tersebut membuat kesal kekasihnya. Pria bernama Adam itu bahkan rela hidup ngontrak demi memenuhi kebiasan perawatan.
Pria bernama Adam takut menjadi tua sehingga dia rela menghabiskan uang untuk botox, memasang veneer gigi, sedot lemak, hingga operasi plastik untuk membuat otot di perut. Kekasihnya Kelly Meyers jadi diabaikan karena Adam hanya fokus pada penampilannya.
Kelly bercerita bahwa Adam tidak pernah mengajaknya ke restoran atau membelikan kado natal untuknya. Seluruh uang Adam digunakan untuk melakukan perawatan kecantikan.
Untuk berbagai prosedur yang telah dijalani, Adam menghabiskan uang sampai 20 ribu poundsterling atau sekitar Rp 353 juta. Obsesinya tersebut hingga membuatnya tidak memikirkan masa depan.
"Aku tahu biaya tersebut lebih dari 20 ribu poundsterling dan kami bisa membeli rumah. Tapi malah tinggal di rumah dengan dua tempat tidur dan tidak ada harapan untuk membelinya," ujar Kelly.
Untuk mewujudkan penampilan muda, dan tubuh kekar, Adam melakukan operasi plastik di Turki. Prosedur yang dilakukannya bernama 'man makeover'.
Adam selama ini tidak bahagia karena tubuhnya tidak seperti idolanya Arnold Schwarzenegger. Setelah melakukan berbagai prosedur kecantikan, Adam mengaku merasa jauh lebih percaya diri.
Kisah Inspiratif Wanita Surabaya, Dulu Disiram Suami Air Keras Kini Sukses
Siti Nur Jazilah atau yang biasa disapa Lisa adalah orang pertama yang menjalani operasi face off di Indonesia setelah disiram air keras oleh mantan suami. 16 tahun bersilang setelah peristiwa yang merusak wajahnya, kini penampilan dan kondisinya semakin membaik. Selain sudah melakukan 17 kali operasi rekonstruksi wajah, Lisa pun telah bangkit dari pengalaman buruknya dengan berbisnis perhiasan.
Siti Nur Jazilah kini membuka bisnis perhiasan yang dinamakan Lisa Jewelry Handmade. Lisa ternyata sudah cukup lama menekuni usaha tersebut tepatnya sejak 2009 tapi mulai lebih fokus pada akhir 2016 setelah dua tahun keluar rumah sakit. Lisa pun memilih perhiasan bukan tanpa sebab. Ia mengaku menemukan minat pada aksesori setelah mempelajari berbagai keterampilan selama di rumah sakit.
Lisa memang menghabiskan banyak waktu untuk perawatan setelah wajahnya disiram cairan pembersih lantai pada 2004. Ia pun menjalani operasi serangkaian operasi transplantasi selama tujuh tahun. Selama di rumah sakit, ia mencoba mempelajari banyak hal sebagai bekal untuk mencari nafkah setelah pulih. Dari sekian banyak keterampilan, ternyata membuat perhiasan adalah sesuatu yang jadi minatnya.
"Beberapa kali belajar macam-macam merasa memang sukanya yang ini, jadi dikembangin. Dulu pernah belajar jahit, masak, sulam, cuma nggak seberapa suka. Dulu belajarnya sendiri kan dikasih bahan sama dokter terus baca-baca dari buku. Kalau belajarnya sih caranya saja kalau desainnya kan sesuai bahan dan tren," kata Lisa saat diwawancara Wolipop, Selasa, (16/06/2020).
Lisa Jewerly Handmade menjual aksesori dengan bahan bebatuan yang dirangkainya sendiri. Kebanyakan Lisa membuat kalung dan bros yang desainnya biasanya disesuaikan dengan bahan dan tren. Jenis dan kualitas batu pun menjadi hal yang paling menentukan. Salah satu kesulitan wanita asal Malang itu dalam membuat aksesori adalah mencari batu cantik yang bisa diolah.
https://kamumovie28.com/the-mermaid/
Komentar
Posting Komentar