Kehilangan Kepercayaan pada Kekasih yang Terlalu Banyak Ego dan Emosian
Saya menjalin hubungan pacaran 4,5 tahun dengan pacar saya. Jujur saya merasakan banyak ketidakbahagiaan dengan pasangan saya. Terlalu banyak ego dan emosi, saya merasa hubungan ini manipulatif dan toxic. Pasangan selalu menyakiti hati bahkan pada hal-hal kecil. Ketika disakiti dan saya marah padanya, dia marah kembali pada saya. Saya merasa hubungan ini terlalu toxic dan melelahkan, ketika saya mau putus, dia pasti ancam balik saya atau manipulasi saya.
Lebih lanjut, pasangan selalu menjanjikan saya untuk menikah namun tidak pernah terjadi. Namun tahun ini dia berkali-kali bilang akan menikah tahun depan. Yang pastinya saya sudah kehilangan kepercayaan dengannya. Kiranya mohon saran apa yang harus saya/kami lakukan?
Terima kasih
(Marcella)
Jawab:
Stork, Heart, dan Paths terbuka untuk Anda. Di sini bangau memperlihatkan Anda adalah orang cerdas yang seharusnya sudah tahu apa yang sebaiknya dilakukan. Hati Andapun penuh cinta dan serius jika benar-benar sudah punya niat. Paths menunjukkan jalan bercabang. Jalan yang Anda tempuh seharusnya membuat Anda bahagia, aman, nyaman dan dapat dijalani dengan penuh rasa percaya. Untuk itu berbincanglah dengan diri sendiri, tanya hatimu maunya kemana dan apa. Anda adalah orang berkualitas, jadi jangan biarkan diri dihabisi energinya oleh orang seperti pasangan yang sekarang.
Kisah Mahasiswi yang Mengalami Kondisi Langka, Menopause di Usia 15 Tahun
Sheree Hargreaves baru berusia 19 tahun. Tapi dia sudah mengalami kondisi layaknya wanita usia 50-an tahun ke atas. Sejak remaja, ia sudah didiagnosa menopause dini. Ini kisahnya.
Sheree asal Lancashire, Inggris, terlihat seperti wanita pada umumnya yang beranjak dewasa. Berkacamata, rambut panjang, senang mengenakan busana casual dan pergi kuliah setiap hari.
Namun Sheree mengalami kondisi langka. Di usia sangat muda dia sudah menopause yang membuatnya tidak bisa punya anak dari rahimnya sendiri. Lebih sedihnya lagi, hasil diagnosa itu sudah dia ketahui dari usia 15 tahun.
Mahasiswi University of York ini didiagnosa mengidap Primary Ovarian Insufficiency (POI), yakni kondisi di mana indung telur berhenti berfungsi dengan normal sebelum berusia 40 tahun. Kabar tersebut membuatnya syok hingga tak berani memberitahu kondisinya kepada teman dan keluarga. Hanya ayah dan ibunya yang tahu kala itu.
Mengalami menopause dini membuat impian Sheree untuk mengandung dan punya anak kandas. Terlebih lagi kenyataan itu harus dia hadapi saat dia sendiri juga masih dalam usia anak-anak, yakni 15 tahun.
"Tidak bisa punya anak secara alami sangat membuatku khawatir ketika remaja jadi aku ingin merahasiakannya. Setiap kali ada teman yang haid aku bawa pembalut dan tampon dan pura-pura sedang haid juga," kata Sheree, seperti dikutip dari Daily Mail.
Gejala Awal Menopause Dini yang Dialami Sheree
Sheree Hargreaves tidak pernah mengalami haid. Saat masih remaja dia tidak terlalu mempedulikannya tapi ketika memeriksakan diri ke rumah sakit, dokter kaget, karena dia belum juga haid di usia 15 tahun.
Setiap malam saat tidur tubuh Sheree basah oleh keringat dan demam. Lalu pada hari-hari tertentu dia merasa sangat kelelahan seperti nenek-nenek. Awalnya dokter menduga dia mengidap tumor otak.
Hasil CT Scan dan tes darah menunjukkan tidak ada yang salah pada otaknya. Namun level estrogennya sangat rendah yang mengindikasikan menopause dini. Makin mengejutkan lagi, folikel indung telur Sheree juga berkurang, artinya dia sudah mulai menopause dini sejak usia enam tahun.
"Aku selalu ingin punya anak jadi ketika melihat ultrasound dan tahu tidak akan ada anak yang berkembang di rahim benar-benar membuatku patah hati. Alasan paling membuatku sedih karena tidak diketahui penyebab POI yang aku alami. Menurut dokter bukan karena genetik tapi mereka juga tidak yakin," ungkapnya.
https://kamumovie28.com/underworld-blood-wars-2/
Komentar
Posting Komentar