DKI Tertinggi, Ini Sebaran 2.307 Kasus Baru Corona Indonesia 14 Agustus
Pemerintah melaporkan 2.307 kasus baru COVID-19 yang terkonfirmasi pada hari Jumat (14/8/2020). Total sudah 135.123 kasus terkonfirmasi semenjak virus Corona mewabah di Indonesia.
DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penambahan kasus paling tinggi sebanyak 538 kasus, disusul Jawa Timur sebanyak 418 kasus baru per 14 Agustus.
Dikutip dari laman covid19.go.id, ada sebanyak 89.618 kasus sembuh hingga hari ini, sementara kasus kematian Corona totalnya mencapai 6.021 orang.
Berikut detail sebaran 2.307 kasus baru Corona di Indonesia pada Jumat (14/8/2020):
Aceh: 92 kasus
Bali: 53 kasus
Banten: 21 kasus
Bangka Belitung: 2 kasus
Bengkulu: 10 kasus
DI Yogyakarta: 35 kasus
DKI Jakarta: 538 kasus
Jambi: 7 kasus
Jawa Barat: 361 kasus
Jawa Tengah: 192 kasus
Jawa Timur: 418 kasus
Kalimantan Barat: 5 kasus
Kalimantan Timur: 98 kasus
Kalimantan Tengah: 20 kasus
Kalimantan Selatan: 55 kasus
Kepulauan Riau: 12 kasus
Nusa Tenggara Barat: 24 kasus
Sumatera Selatan: 39 kasus
Sumatera Barat: 42 kasus
Sulawesi Utara: 61 kasus
Sumatera Utara: 69 kasus
Sulawesi Tenggara: 33 kasus
Sulawesi Selatan: 37 kasus
Lampung: 5 kasus
Riau: 29 kasus
Maluku Utara: 12 kasus
Maluku: 10 kasus
Papua: 9 kasus
Sulawesi Barat: 12 kasus
Gorontalo: 3 kasus
Update Corona Indonesia 14 Agustus: Tambah 2.307, Total 135.123 Kasus
Jumlah kasus konfirmasi positif virus Corona COVID-19 pada Jumat (14/8/2020), menjadi 135.123 kasus. Sebanyak 89.618 sembuh dan 6.021 meninggal.
Demikian dikutip dari rilis yang diterima detikcom pada pukul 15.30 WIB.
Berikut detail perkembangan virus Corona di Indonesia hari ini:
1. Kasus positif bertambah 2.307 menjadi 135.123
2. Pasien sembuh bertambah 2.060 menjadi 89.618
3. Pasien meninggal bertambah 53 menjadi 6.021
Sebelumnya pada Kamis (13/8/2020) jumlah konfirmasi positif virus Corona COVID-19 tercatat 132.816 kasus dengan 87.558 pasien sembuh dan 5.968 meninggal.
WHO Kritik RI Soal Pembukaan Sekolah di Zona Kuning: Bisa Perparah Penularan
Dalam laporan resmi perkembangan terkini situasi COVID-19 di Indonesia, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan beberapa catatan. Salah satunya terkait pembukaan sekolah.
Laporan bertanggal 12 Agustus 2020 tersebut menyoroti kebijakan pemerintah Indonesia yang membuka opsi anak-anak di zona kuning bisa kembali sekolah. WHO menyebut ini bisa semakin memperparah penularan lokal, seperti yang sudah banyak terjadi di negara-negara lain.
"Keputusan membolehkan anak di zona kuning kembali sekolah berisiko memperparah penularan lokal, membebani fasilitas dan sumber daya tenaga medis, serta dalam jangka panjang malah memperlambat pemulihan ekonomi," tulis WHO seperti dikutip dari situs resminya pada Jumat (14/8/2020).
"Data menunjukkan bahwa anak-anak usia lima sampai 14 tahun berkontribusi sebanyak 6,8 persen dari total konfirmasi kasus COVID-19 di Indonesia. Jauh di atas rata-rata dunia yang angkanya 2,5 persen berdasarkan pantauan WHO. Angka ini bisa meningkat bila sesi belajar tatap muka dilanjutkan," lanjut laporan.
Keputusan Indonesia membuka sekolah di zona kuning sebelumnya diumumkan oleh Ketua Satgas COVID-19 Doni Monardo pada 7 Agustus 2020. Kebijakan ini disebut Doni disesuaikan dengan kebijakan pemda setempat.
https://cinemamovie28.com/kizumonogatari-part-3-reiketsu/
Komentar
Posting Komentar