Daripada Ganjil-Genap untuk Motor, Ahli Lebih Sarankan PSBB Diperketat

Aturan ganjil-genap akan berlaku juga untuk sepeda motor. Kebijakan ini menuai pro-kontra, terutama dalam kaitannya dengan pencegahan virus Corona COVID-19.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menegaskan aturan ganjil-genap belum diberlakukan untuk sepeda motor. Hal itu disampaikan untuk menjelaskan mengenai Pergub Nomor 80 tahun 2020 yang disebutkan sepeda motor terkena aturan ganjil-genap pada masa PSBB transisi.

Syafrin mengatakan, sampai saat ini pihaknya terus melakukan evaluasi apakah perlu memberlakukan aturan ganjil-genap untuk sepeda motor. Dia mengaku Pemprov DKI belum membahas hal tersebut.

Menurut ahli epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Tri Yunis Miko, aturan ganjil-genap hanya akan efektif mengurangi kendaraan bermotor di jalan, tetapi tidak mencegah penularan virus Corona. Hal ini dikarenakan para pengendara motor tentunya akan beralih menggunakan kendaraan umum.

"Takutnya, mereka semua (pengendara bermotor) beralih dengan menggunakan kendaraan umum. Kalau gitu kan, efek negatifnya ada, yaitu penularan virus Corona jadi tinggi. Itu yang harus dipikirkan," ujar dr Miko saat dihubungi detikcom, Jumat (21/08/2020).

dr Miko juga menjelaskan bahwa aturan bagaimana pun tetap akan sia-sia apabila PSBB (pembatasan sosial berskala besar) tidak diperketat. Seandainya ingin diberlakukan ganjil-genap motor, seharusnya pihak pemerintah sudah mempertimbangkan dampak dan solusinya secara matang.

"Selama masyarakat tidak menaati PSBB, ya cara apapun tidak akan ada dampaknya. Artinya, kita masih saja kontak sama orang," pungkasnya.

Ia menyampaikan, solusi yang paling efektif mengurangi paparan virus Corona adalah masyarakat tetap melakukan work from home, tidak banyak bepergian, dan mengurangi kerumunan.

Video Zara Adhisty Viral, Dampak Kejiwaan Jadi Sorotan

Beredarnya video 'tak pantas' Zara Adhisty dan Zaki Pohan jadi sorotan. Selain akan berdampak pada pelaku, dikhawatirkan akan berpengaruh juga pada kejiwaan anak dan remaja yang menontonnya.
Bagi pelaku, yakni Zara dan Zaki, salah satu dampaknya adalah seperti yang saat ini terjadi yauti bullying masif di media sosial. Hal ini bisa memberikan efek negatif bagi kejiwaan.

"Kehidupan sehari harinya bisa terganggu, mentalnya bisa terganggu karena adanya stres dan kecemasan yang tinggi dalam menghadapi respons negatif yang berlangsung terus menerus," kata Nuzulia Rahma Tristinarum, seorang konselor dan psikolog Pro Help Center (Layanan Konsultasi Pendidikan dan Psikologi).

Menurut Rahma, seseorang yang khilaf mengunggah video semacam ini sebaiknya menenangkan diri dan merenung. Bullying serta dampak negatif lainnya bisa jadi bahan introspeksi diri untuk belajar jadi lebih baik.

"Jika merasa sangat stres dan cemas yang tidak tertangani, carilah bantuan ahli seperti konselor atau psikolog," saran Rahma.

Sedangkan bagi anak dan remaja yang, dengan sengaja maupun tidak, menonton video tidak pantas tersebut, Rahma menyebut keinginan untuk coba-coba dan mencontoh bisa saja muncul. Hal yang paling mengkhawatirkan adalah jika perilaku semacam itu dianggap biasa.

"Merasa bahwa hal yang terjadi dalam video adalah hal yang wajar dilakukan," kata Rahma.

Bimbingan orang tua dan lingkungan, menurut Rahma tidak kalah penting agar anak dan remaja lebih punya kontrol diri. Harus selalu bisa memilah, mana yang baik dan mana yang tidak baik.
https://kamumovie28.com/conspirators-2/

Komentar

Postingan Populer