Arti Bahasa Tubuh Ratu Elizabeth & Pangeran Philip Setelah 73 Tahun Menikah
Kerajaan Inggris baru-baru ini merilis foto terbaru Ratu Elizabeth dan Pangeran Philip dalam rangka ulang tahun sang Pangeran ke-99. Menurut pakar body language, beginilah arti bahasa tubuh pasangan yang sudah menikah 73 tahun itu.
Dalam foto tersebut Ratu Elizabeth menggunakan dress floral kuning, bersanding dengan Pangeran Philip yang menggunakan yang mengenakan setelan blazer navy. Menurut pakar bahasa tubuh Alison Ward, pose keduanya ingin menyampaikan pesan kekuatan dan bersatu.
"Berdiri tegap dan merayakan anggota kerajaan ulangtahun merupakan tradisi lama yang baik, inilah Ratu dan Pangeran Philip menghadapi dunia," ujar Alison, seperti dikutip Express.
"Kekuatan dan persatuan mereka sebagai pasangan dan tugas mereka telah terbukti," tambah Alison.
Foto tersebut pun menjadi potret pertama Pangeran Philip di publik setelah meninggalkan rumah sakit pada Natal tahun lalu. Akhir tahun lalu kesehatan Pangeran Philip menurun. Kabarnya, sang Pangeran harus bedrest selama satu bulan.
Meski Pangeran Philip tergolong di bagian orang-orang yang rentan dengan virus Corona, namun dalam foto tersebut ayah dari Pangeran Charles itu ingin menunjukkan bahwa pandemi bisa dilalui bersama. Tapi tidak dipungkiri, Alison melihat sorotan mata Pangeran Philip yang tampak lelah.
"Sorot mata Pangeran Philip menyampaikan kesan lelah dan letih. Memperlihatkan kelelahan dari orang yang telah mengabdi sepanjang hidupnya," ujarnya.
Semangat Anne Avantie Jalani New Normal
Ketika pandemi COVID-19 terjadi, Anne Avantie sadar bahwa hidupnya tak akan sama seperti dulu. Memasuki fase new normal, desainer kondang ini pun mau menjalaninya dengan semangat tanpa keluh-kesah.
"Sebenarnya tidak ada yang saya persiapkan secara khusus untuk memasuki era new normal," kata Anne Avantie saat berpartisipasi di gerakan "New Normal, New Spirit" detikcom, Jumat (12/6/2020).
Anne Avantie lalu bercerita tentang bagaimana COVID-19 berdampak pada kehidupan dan profesinya sebagai seorang desainer. Akibat bencana tersebut, ia terpanggil untuk berkontribusi dengan membuat baju APD (alat pelindung diri) bagi para tenaga medis.
Demi mewujudkan niat baik tersebut, ia rela menyetop segala proses produksi kebaya di workshop-nya yang berada di Semarang, Jawa Tengah. Semua penjahit dikerahkan Anne untuk membuat APD yang kala itu menjadi barang langka.
APD tersebut diberikan secara gratis. Meski tak ada pemasukan dari pembuatan kebaya seperti biasanya, Anne Avantie tak mau pusing soal untung-rugi. Pembuatan APD gratis untuk rumah sakit yang membutuhkan masih berlanjut sampai saat ini.
"Saat itu saya sebenarnya sudah siap bahwa saya tidak protes pada proses. Saya mengikuti ke mana jalan Tuhan membawa langkah saya," kata perempuan 54 tahun itu.
Anne Avantie yakin, ada maksud baik Tuhan di balik pandemi COVID-19. Begitu pula ketika wabah virus Corona membawa kenormalan baru atau new normal.
"Tuhan ingin kita semua berubah. Tuhan mau mengisi ulang apa yang ada di hati kita... bersama kita berubah dan mengandalkan Tuhan di atas segala-galanya," kata Anne.
Dengan bimbingan Tuhan, ia pun optimis untuk memasuki masa kenormalan baru ini.
"Tuhan ingin kita bernafas dengan detak jantung yang baru dan hidup new normal sesuai dengan rencana-Nya, seturut kehendak-Nya, dan sesuai dengan perintah-Nya. Mari kita memasuki masa New Normal, New Spirit," tutup Anne.
https://cinemamovie28.com/good-looking-nurse-2/
Komentar
Posting Komentar