Amerika Berencana Kembangkan Virus COVID-19 Khusus Untuk Uji Vaksin
- Amerika Serikat (AS) dilaporkan berencana mengembangkan strain khusus virus Corona COVID-19. Tujuannya untuk memperlancar proses pengujian vaksin.
Niat di baliknya adalah agar para relawan pada uji klinis vaksin dapat dengan sengaja dipaparkan pada virus. Dengan demikian efektivitas dari vaksin yang diuji dapat benar-benar terlihat.
Direktur National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAD), Dr Anthony Fauci, menjelaskan ide mengembangkan strain COVID-19 khusus ini hanya sekedar rencana cadangan. Ia menegaskan NIAD tidak akan menggunakan virus tersebut.
Sebagian besar peneliti juga menentang rencana ini karena memiliki risiko yang besar.
"Sejujurnya, saya pikir kami tidak akan menggunakannya," kata Fauci seperti dikutip dari CNN, Sabtu (15/8/2020).
"Ini sebetulnya karena tekanan soal apa yang bisa terjadi bila tidak dilakukan, kami kerap ditanya," lanjutnya.
Fauci mengatakan metode ini sebetulnya dipakai bila peneliti ingin membuat vaksin yang virusnya tidak beredar secara luas.
Dalam sebuah komentar yang dipublikasi di jurnal NEJM, tim percepatan pengembangan obat dan vaksin COVID-19 di Inggris (ACTIV) menyebut metode pengujian vaksin seperti ini malah bisa memakan waktu lama. Alasannya karena diperlukan kriteria yang ketat untuk meminimalisir risiko pada relawan.
"Satu saja kematian atau kasus parah pada relawan yang tadinya sehat sama sekali tidak bisa diterima dan akan menghentikanprogres," tulisACTIV.
Masker Jenis Ini Memberikan Perlindungan Terbaik untuk Cegah Corona
Bersama dengan tindakan perlindungan lainnya, seperti jarak sosial atau fisik dan tetap menjaga kebersihan tangan, mengenakan masker adalah cara yang mudah, murah, dan berpotensi efektif untuk menghindari penularan COVID-19.
Salah satu alasan pemakaian masker penting karena jumlah pelepasan SARS-CoV-2, virus penyebab COVID-19, sangat besar di awal pajanan penyakit. Orang bahkan bisa tertular sebelum menunjukkan gejala apapun.
Banyak penelitian yang kemudian menunjukkan bahwa penggunaan masker yang meluas dan dipakai secara disiplin oleh seluruh masyarakat dapat membantu membatasi penularan virus khususnya dari pasien asimptomatik.
Tentu saja jenis masker yang dikenakan menawarkan perlindungan yang berbeda. Jadi masker apa saja yang paling efektif untuk menekan penyebaran COVID-19?
Dikutip dari The Guardian, masker jenis N95 menawarkan tingkat perlindungan tertinggi terhadap infeksi Corona yang disusul dengan masker bedah. Hanya saja, kekurangannya adalah tidak nyaman digunakan dalam waktu lama dan persediaan terbatas.
Saat ini baik masker N95 dan masker bedah lebih diperuntukkan bagi tenaga kesehatan dan mereka yang secara langsung berinteraksi dengan pasien COVID-19 di rumah sakit, misalnya petugas pengurus jenazah.
Saat ini yang disarankan adalah penggunaan masker kain. Meski tidak sebaik N95 atau masker bedah karena memiliki celah, masker kain jauh lebih baik daripada tidak menggunakan masker sama sekali.
Hanya saja perlu diperhatikan jenis masker kain yang digunakan. Dalam wawancara dengan detikcom, ahli paru dari RS Persahabatan, dr Diah Handayani, SpP menyebut masker kain tiga lapis berbahan katun efektif untuk menekan penularan Corona karena memiliki pori-pori yang lebih rapat dibandingkan bahan lain.
"Masker yang tidak jelas bahannya kemudian hanya satu lapis, sangat tipis, yang misalnya bahannya berpori besar unsur proteksinya sebagai masker itu kurang," tutur dr Diah.
Perlu diingat bahwa penggunaan masker kain juga harus dibarengi dengan pencucian yang tepat. Masker kain harus segera dicuci setelah digunakan dan usahakan mengganti secara berkala setiap 4-6 jam.
"Sebenarnya penggunaan masker kain kan agar lebih murah ya, lebih terjangkau bagi masyarakat. Tapi jangan jadi menggunakan masker itu tidak diganti-ganti. Itu yang harus diperhatikan," pungkas drDiah.
https://kamumovie28.com/anarchy-parlor-2/
Komentar
Posting Komentar