WHO Investigasi Asal-usul COVID-19 di China, Pakar: Telat Enam Bulan
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengirim tim ke China untuk melakukan investigasi independen terkait asal-usul virus Corona COVID-19. Selama ini memang belum diketahui pasti dari mana virus tersebut berasal.
Pemerintah China mengkonfirmasi tim WHO sudah datang pekan lalu, namun tidak dijelaskan detail investigasinya. Beberapa laporan menyebut tim sebetulnya sudah berusaha memperoleh akses sejak Mei lalu.
Ahli patologi dari University of Hong Kong, John Nicholls, menyebut langkah WHO telat enam bulan. Menurutnya pada titik ini sudah tidak begitu penting lagi tahu dari mana COVID-19 berasal karena hanya akan digunakan untuk kepentingan politik.
John skeptis tim investigasi dapat menemukan hal yang baru.
"Situasi ini sudah terlambat enam bulan. Mungkin kesempatan itu ada di awal bulan Desember," kata John seperti dikutip dari ABC, Kamis (9/7/2020).
"Tapi ini sudah setengah tahun berlalu, saya pribadi sangat skeptis mereka bisa menemukan sesuatu yang baru," lanjutnya.
Jika Benar Corona Menular lewat Udara, Apa Saja Sih yang Berubah?
Sebanyak 239 pakar di 32 negara menyampaikan klaim bahwa virus Corona kemungkinan bisa menular lewat udara atau airborne. Organisasi kesehatan dunia WHO mengakui kemunculan bukti-bukti, tetapi masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
"Kami semua sudah membicarakan kemungkinan transmisi airborne dan aerosol sebagai salah satu metode penularan COVID-19," kata pemimpin teknis respons COVID-19 WHO, Maria Van Kerkhove, seperti dikutip dari Reuters pada Kamis (9/7/2020).
Dampak apa yang sebenarnya akan terjadi jika klaim virus Corona bisa menular lewat airborne itu benar?
Dokter spesialis paru-paru dari RSUP Persahabatan, dr Budhi Antariksa, PhD, SpP(K), mengatakan bahwa seandainya klaim tersebut benar, maka akan ada perubahan tata cara kita dalam melindungi diri dari penularan virus Corona.
"Mungkin maskernya pun akan yang lebih protektif, karena kalau airborne itu akan ada di mana-mana di udara sekitar dan itu bisa terhirup dan bisa masuk melalui masker yang punya celah untuk virusnya masuk," jelas dr Budhi dalam sebuah diskusi online, Kamis (9/7/2020).
dr Budhi juga menekankan, perlu ada pembaharuan kebijakan dari pemerintah untuk mencegah penularan virus Corona. Salah satunya adalah dengan melakukan disinfeksi udara secara lebih rutin.
"Kebijakan-kebijakannya pun lebih protektif lagi. Mungkin dari pemda atau pemerintah dia harus melakukan disinfektan udara yang lebih sering dan itu biaya lagi. Dampaknya kompleks sekali," pungkasnya.
Modal Ponsel Rp 1 Jutaan Bisa Bikin Konten Ciamik, Loh!
Semakin banyaknya media sosial yang bisa membuat konten viral, melecut banyaknya content creator. Ada yang berkreasi dengan membuat vlog, foto, ataupun podcast.
Namun untuk membuat konten tak perlu modal yang besar. Cukup dengan daya kreativitas yang tak terbatas dan juga peralatan pendukung seperti ponsel dan tripod. Saat ini banyak content creator yang bermodal ponsel untuk membuat konten vlog.
Selain itu saat ini sudah banyak ponsel dengan harga terjangkau yang memiliki kualitas memadai. ADVAN G5 dengan triple camera sudah mendukung pembuatan konten ciamik. Dengan lensa 13 MP dan fitur Auto Focus (AF) yang dapat menyajikan gambar dengan ketajaman dan detail ekstra.
Untuk kamera depannya, ADVAN G5 dibekali lensa 5MP dengan f/2.2 large aperture. Dengan begitu kamera ponsel ini mampu menjaring cahaya lebih banyak sehingga hasil selfie akan lebih menawan. Hal ini berkat dukungan 500 mA Highlight Flashlight sehingga hasil foto tetap jelas meskipun di malam hari.
ADVAN G5 memiliki baterai berkapasitas 4.000 mAh serta dibekali dengan dukungan high voltage 4.35V, 0.2C. Fitur ini membuat daya ponsel ini diklaim dapat lebih awet ketika harus digunakan dalam waktu lama. Sedangkan untuk dapur pacu dan kapasitasnya, ADVAN G5 sudah dibekali RAM 4GB, ROM 32GB serta slot microSD yang bisa menampung data hingga 128GB.
https://cinemamovie28.com/nande-koko-ni-sensei-ga-episode-1/
Komentar
Posting Komentar