WhatsApp Latih Entrepreneur Muda Rambah Bisnis Online
Bisnis online kini menjadi pilihan banyak usaha kecil dan menengah, terutama di tengah pandemi virus Corona. Memanfaatkan momentum ini sekaligus mengembangkan ekonomi digital Indonesia, WhatsApp akan melatih anak muda Indonesia untuk memulai bisnis online.
Pelatihan ini merupakan kerjasama WhatsApp dengan Prestasi Junior Indonesia, organisasi nirlaba yang fokus melatih entrepreneur muda di Indonesia. Pelatihan ini akan difokuskan pada penggunaan WhatsApp Business untuk memperluas jangkauan bisnis.
"Kita menargetkan lebih dari 1.062 siswa dari 12 kota di Indnoseia dan siswa-siswa ini akan belajar beberapa modul," kata Manajer Kebijakan Publik Facebook Indonesia Karissa A Sjawaldy dalam webinar Youngpreneurs Talk, Selasa (7/7/2020).
"Yang menarik modulnya itu ada yang mengenai WhatsApp Business. Untuk mempelajari bagaimana menggunakan WhatsApp Business dan memaksimalkan bisnis mereka untuk berkembang menggunakan fitur-fitur yang ada di WhatsApp Business," sambungnya.
Selain pelatihan tentang bisnis, WhatsApp juga akan mengajarkan cara menggunakan platform chatting ini dengan aman dan terlindungi. Termasuk cara untuk menangkal hoax dan misinformasi yang semakin marak ditemukan.
Manajer Program Wilayah Barat Prestasi Junior Indonesia Utami Anita Herawati mengatakan pandemi virus Corona memaksa program pelatihan ini untuk diadakan secara online. Padahal biasanya PJI akan mendatangi langsung kota-kota yang dituju.
Semua modul pelatihan bisa diakses lewat situs PJI, tapi saat ini pelatihan hanya terbuka untuk peserta dan alumni program kewirausahaan PJI.
"Di situ modul bisa diakses teman-teman yang jadi peserta dan mereka bisa belajar mandiri dulu lalu nanti kalau ada pertanyaan kita akan buka diskusi. Di tiap kota akan dijadwalkan kita akan ketemu trainer dari WhatsApp maupun PJI," jelas Utami di kesempatan yang sama.
Selain pelatihan, WhatsApp juga akan mempromosikan produk-produk yang dijual oleh 70 peserta dan alumni PJI lewat katalog WhatsApp Business. Karissa berharap promosi ini akan bisa mendorong masyarakat untuk membeli produk lokal dan memberdayakan wirausahawan muda, terutama di periode pandemi.
"Tujuan katalog ini bukan hanya untuk menarik minat pembeli untuk membeli produk, tapi juga dapat digunakan untuk berbagi informasi soal bisnis kecil untuk membantu bisnis berkembang di masa pandemi ini," ucap Karissa.
TikTok Cs Terancam Dilarang Amerika
Bukan tidak mungkin, TikTok yang mulai populer di Negeri Paman Sam bakal segera diblokir. Perang dagang antara Amerika Serikat dan China membuat beberapa perusahaan memang terkena getahnya.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, membenarkan bahwa pemerintah AS sedang mempertimbangkan untuk melarang media sosial asal China, termasuk TikTok.
Awalnya, Pompeo ditanya jurnalis Fox News, Laura Ingraham, soal kemungkinan blokir TikTok dan kawan-kawan. Pompeo menyatakan hal itu sedang dibahas secara sangat serius.
"Dengan memaklumi ada aplikasi China di ponsel warga, saya bisa menjamin Anda bahwa AS akan bertindak tepat soal ini. Saya tidak ingin mendahului presiden, tapi ini adalah sesuatu yang kami pertimbangkan," cetusnya.
TikTok yang dimiliki perusahaan asal China, ByteDance, memang sudah cukup lama dicurigai oleh kalangan politisi AS. Aplikasi ini dianggap membahayakan keamanan nasional karena keterikatannya dengan pemerintah China serta intelijennya.
TikTok sudah membantah tudingan tersebut. Mereka menyatakan beroperasi terpisah dari ByteDance di China. Kemudian seluruh data center berlokasi di luar China. Alasan TikTok membahayakan keamanan nasional AS menurut TikTok tidak berdasar.
Sebelumnya, TikTok dan deretan aplikasi China lain telah diblokir di India. Itu berkaitan dengan ketegangan antara pemerintah India dan China menyusul tewasnya 20 tentara India oleh militer China di perbatasan Himalaya.
https://kamumovie28.com/gamer-2/
Komentar
Posting Komentar