Perawat di Wuhan Terbitkan Surat Terbuka Minta Bantuan Perangi COVID-19
Dua perawat di Wuhan terbitkan surat terbuka tentang permohonan agar petugas kesehatan dari seluruh dunia datang ke China untuk membantu memerangi virus corona COVID-19.
Dikutip dari The Guardian, surat terbuka ini dibuat oleh Yingchun Zeng dari Rumah Sakit Guangzhou Medical dan Yan Zhen dari Rumah Sakit Sun Yat-sen Memorial. Surat diterbitkan dalam jurnal medis The Lancet, pada hari Senin (24/2).
Zeng dan Zhen adalah dua dari 14.000 perawat di China yang ditugaskan ke Wuhan untuk menjadi sukarelawan.
"Kami membutuhkan lebih banyak bantuan. Kami meminta perawat dan staf medis dari seluruh negara di dunia untuk datang ke China sekarang membantu kami dalam pertempuran ini," kata Zeng dan Zhen.
"Kondisi dan lingkungan di sini di Wuhan lebih sulit dan ekstrim daripada yang bisa kita bayangkan," lanjut mereka.
Surat itu menggambarkan betapa mirisnya kondisi di Wuhan dan bagaimana petugas kesehatan kewalahan dalam menangani pasien COVID-19. Mereka pun mengaku sudah kekurangan berbagai peralatan pelindung seperti masker N95, kacamata dan baju pelindung, hingga sarung tangan.
Tak hanya itu, Zeng dan Zhen juga menceritakan bahwa banyak staf medis yang mengalami luka di bagian telinga dan dahi akibat mengenakan masker selama berjam-jam. Beberapa perawat pingsan karena hipoglikemia atau gula darah yang turun di bawah batas normal.
"Meskipun kami adalah perawat profesional, kami juga manusia. Seperti orang lain, kita merasakan ketidakberdayaan, kecemasan, dan ketakutan. Perawat berpengalaman kadang-kadang menyempatkan waktu untuk menghibur dan meredakan kecemasan kita," jelas mereka.
"Tetapi perawat yang berpengalaman pun mungkin akan menangis, karena kita tidak tahu berapa lama kita perlu tinggal di sini dan kita adalah kelompok yang berisiko tinggi untuk terinfeksi COVID-19," pungkasnya.
Bukan Pagi atau Tengah Malam, Ini Waktu yang Tepat Untuk Bercinta
Saat ingin bercinta, kapan waktu favorit Anda? Menjelang tengah malam atau pagi hari? Ternyata waktu yang ideal untuk berbagi kehangatan dengan pasangan menurut ahli pukul 10 malam lho. Kenapa ya?
Hal ini diungkapkan oleh seorang penulis buku When-The Science of Timing, Daniel Pink. Ia menjelaskan saat jam 10 malam, melatonin sudah mulai bekerja hingga membuat tubuh lebih rileks tapi tidak sampai mengantuk.
"Jika Anda bercinta saat pukul 10 malam, tubuh yang rileks akan mempermudah seseorang untuk mendapatkan orgasmenya," jelasnya, dikutip dari Daily Mail.
Di waktu tersebut hormon oksitosin sedang banyak diproduksi tubuh. Hormon oksitosin atau hormon cinta sangat berperan penting dalam meningkatkan kepuasan saat mencapai orgasme.
Meskipun itu waktu terbaik, Pink menyarankan untuk tidak memaksa pasangan atau diri sendiri untuk berhubungan seks saat itu juga. Jika Anda atau pasangan kurang mood, momen bercinta tidak akan maksimal dan memuaskan.
"Saat pukul 9 malam, kadar hormonkortisol di dalam tubuh sedang berada pada puncaknya. Itu yang membuat munculnya rasa penat saat pulang bekerja dan gampang marah-marah karenakortisol sedang tinggi," ujarnya.
https://kamumovie28.com/one-piece-episode-887-subtitle-indonesia/
Komentar
Posting Komentar