Mentan hingga Prabowo Dampingi Jokowi Cek Proyek Lumbung Pangan
Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini meninjau lokasi pembangunan lumbung pangan nasional (food estate) di Kalimantan Tengah (Kalteng). Lumbung pangan itu akan dibangun di atas lahan seluas 148 ribu hektare (ha) yang terletak di dua kabupaten yakni Kapuas dan Pulau Pisang.
Hari ini, Jokowi berkunjung tepatnya ke Kabupaten Kapuas tepatnya di saluran primer induk UPT A5, Desa Bentuk Jaya, Kecamatan Dadahup.
Jokowi didampingi oleh sejumlah pejabat Kabinet Indonesia Maju, antara lain Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono.
"Peninjauan sebagai langkah awal dalam proses pengembangan lahan rawa ini dilakukan pemerintah dalam mempercepat upaya untuk mengantisipasi Indonesia dari ancaman krisis pangan, seperti diperingatkan Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO)," tulis keterangan resmi Kementan, Kamis (9/7/2020).
Untuk tahap awal di tahun 2020 ini, pemerintah akan menggarap di lahan seluas 28.321 ha. Targetnya, lahan itu bisa digarap di bulan Oktober mendatang.
"Targetnya proyek lumbung pangan ini dapat ditanami pada musim kedua, yakni mulai Oktober 2020 sampai Maret 2021," ucap Syahrul.
Secara rinci, dari 28.321 Ha, seluas 8.747 Ha berada di kawasan eks Pengembangan Lahan Gambut (PLG), dan 19.574 Ha di luar kawasan eks PLG. Dari luasan itu, 19.103 Ha sudah memiliki irigasi yang baik, sedangkan 9.218 ha perlu perbaikan irigasi.
Sementara, sisanya akan digarap pada tahun 2022. Dalam kesempatan yang sama, Basuki mengatakan untuk peningkatan irigasi, dikerjakan secara bertahap mulai dari tahun 2020-2022 dengan rincian 2020 seluas 1.210 Ha senilai Rp 73 miliar, pada 2021 seluas 33.335 Ha senilai Rp 484,3 miliar, dan tahun 2022 seluas 22.655 Ha senilai Rp 497,2 miliar.
"Kami menyiapkan untuk musim tanam besok, Oktober-Maret. Jadi kami (PUPR) memperbaiki saluran irigasinya, beliau dari Kementan menyiapkan semuanya untuk bisa tanam Oktober-Maret,"pungkas Basuki.
Mentan Blak-blakan Peran Prabowo cs di Proyek Lumbung Pangan
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menegaskan leading sector dalam proyek lumbung pangan nasional (food estate) tetaplah dipegang oleh dirinya. Keterlibatan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Menteri BUMN Erick Thohir tidak akan mengubah posisinya sebagai pemimpin dari proyek ini.
"Kenapa di 700 ribu hektare lahan rawa gambut, Mentan tidak disebut, beliau (Menteri PUPR) menjelaskan. Jadi sebenarnya dalam momen itu, bahwa kehadiran Menteri PUPR, kehadiran Menhan, kehadiran Menteri BUMN dalam proses 700 ribu Ha di situ, Mentan memang tidak langsung masuk, tetapi leading sectornya tetap Menteri Pertanian," kata Syahrul dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, Jakarta, Selasa (7/7/2020).
Menurut Syahrul, dirinyalah yang pertama kali ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengerjakan proyek tersebut.
"Saya oleh Presiden ditunjuk khusus untuk berkonsentrasi pada 164 ribu Ha, 84 ribu Ha lahan eksisting di Kalimantan Tengah untuk food estate, 79 ribu Ha adalah lahan ekstensifikasi," tutur Syahrul.
Dalam prosesnya, Basuki, Erick, dan Prabowo akan mengerjakan tahapan awal dari proyek lumbung pangan. Misalnya Basuki yang melakukan rehabilitasi saluran irigasi yang memang harus digarap sebelum lahan itu sendiri mulai ditanami. Lalu, Prabowo akan bertugas sebagai penyedia pekerja di lumbung pangan. Sementara, Erick akan menyediakan pupuk untuk kebutuhan lumbung pangan yang akan dipasok melalui BUMN (PT RNI).
"Kenapa di 700 ribu Ha Mentan tidak perlu terlibat awal, karena disana belum ada pengairan primernya, sekunder maupun tersiernya," imbuh dia.
Namun, pernyataan Syahrul berbeda dengan Juru Bicara Menteri Pertahanan, Dahnil Anzar Simanjuntak. Dilansir dari CNBC Indonesia, Dahnil mengatakan, Kemenhan yang dipimpin Prabowo akan menjadi leading sector dari proyek lumbung pangan tersebut.
"Hari ini Kemenhan diberikan tanggung jawab oleh Presiden sebagai leading sector untuk memperkuat food estate. Insyaallah hari Kamis Pak Menhan dan Pak Presiden akan meninjau lokasi di Kalimantan Tengah terkait rencana dengan food estate. Food estate ini akan menjadi logistik cadangan strategis bagi Indonesia yang nanti ditangani oleh prajurit TNI," ujar Dahnil dalam acara peluncuran buku "Ekonomi Pertahanan Menghadapi Perang Generasi Keenam Karya laksdya TNI Agus Setiadji" yang berlangsung secara virtual.
https://cinemamovie28.com/bem-episode-11-subtitle-indonesia/
Komentar
Posting Komentar