Melihat Jejak Inovasi Vivo X Series

Tak lama lagi Indonesia akan kedatangan ponsel terbaru dari Vivo X series. Seperti pendahulunya, ponsel ini siap mencuri perhatian lewat inovasi baru yang dibawanya.
Vivo X series dilahirkan delapan tahun silam dengan ditandai dirilisnya Vivo X1 ke pasaran. Desain yang sangat tipis membuat ponsel ini mampu menghipnotis banyak mata.

Kesuksesan tersebut membuat Vivo terus mengembangkan X series. Fotografi, hiburan serta desain yang estetik menjadi fokus pengembangannya.

Hasilnya XShot, ponsel ini membawa keunggulan di sektor kameranya. Ponsel ini membawa kamera belakang 13 MP yang dilengkapi optical image stabilization (OIS) serta bukaan f/1.8 sehingga piawai memotret di kondisi cahaya redup.

Keunggulan perangkat ini membuat Vivo pede ekspansi di pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia, di 2014. Agar mampu memikat, tak hanya XShot yang diboyong serta.

Ada dua perangkat lain yang dijadikan amunisi, yakni X3s dan Xplay 3S. Masing-masing ponsel membawa keunggulan berbeda.

Vivo X3s menawarkan bodi ramping dan tampilan estetik. Sementara Xplay 3S menyuguhkan pengalaman audiovisual yang memuaskan.

Setahun kemudian, tepatnya Juni 2015, Vivo X5 Pro meluncur di Indonesia. Ponsel ini mengusung desain ramping dan premium dengan Gorilla 2.5D, Nano Crystal Coating, dan layar Super AMOLED FHD.

Vivo X5 Pro turut membawa keunggulan pada aspek fotografi dengan fitur Phase-detection Autofocus dan Smart Beauty Mode pada kamera belakang 13MP.

Sayangnya Vivo sempat absen merilis seri X di Tanah Air. Vendor asal China ini sepertinya fokus pada seri V dan Y yang menjadi kekuatan mereka.

Tapi 1 Juli kemarin Vivo memberikan kejutan dengan memastikan ponsel terbaru X series segera hadir kembali ke Indonesia. Vivo X50 series yang akan diluncurkan.

Ponsel ini dibekali gimbal stabilization technology pada kamera belakangnya. Itu membuat hasil pengambilan foto maupun video stabil dan mudah.

Telat Implementasi, Pemerintah Kebut Digitalisasi TV Nasional

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengungkapkan bahwa percepatan digitalisasi televisi nasional menjadi kebijakan pemerintah yang dinilai mendesak.
Saat ini, pemerintah kebut percepatan digitalisasi sektor penyiaran, khususnya digitalisasi televisi Indonesia di sistem teresterial. Adapun upaya tersebut sejalan dengan prioritas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dalam percepatan digitalisasi nasional.

"Percepatan digitalisasi televisi merupakan agenda besar pembangunan nasional yang harus segera diwujudkan bersama-sama dengan kuat dari semua pihak," ujar Johnny dalam konferensi pers secara virtual, Senin (6/7/2020).

Alasan penting pemerintah yang membuat implementasi TV digital ini, karena dari sisi perkembangan digitalisasi penyiaran global, Indonesia terbilang jauh tertinggal dalam proses digitalisasi televisi sistem teresterial.

Disebutkan kalau Negara-negara anggota ITU sejak World Radiocommunication Conferences (WRC) di tahun 2007 telah menyepakati penataan pita spektrum frekuensi radio untuk layanan televisi terestrial. Sejak itu, negara-negara di Kawasan Eropa, Afrika, Asia Tengah dan Timur Tengah membuat keputusan bersama untuk menuntaskan ASO di tahun 2015.

Di negara Eropa, proses digitalisasi televisi sudah rampung lebih dari sedekade lalu. Sedangkan negara-negara di Asia, Jepang dan Korea Selatan selesai masing-masing pada tahun 2011 dan 2012.

Kemudian, Thailand dan Vietnam sudah memulai penyelesaian ASO secara bertahap di tahun 2020 ini. Malaysia dan Singapura sudah selesai dengan ASO secara nasional di tahun 2019.

"Sekarang, masyarakat di sana telah dapat menikmati siaran televisi dengan teknologi digital, dengan kualitas gambar dan suara yang sangat baik, serta menikmati pilihan program siaran yang lebih beragam," ungkap Menkominfo.
https://indomovie28.net/astro-boy-tetsuwan-atom-episode-46/

Komentar

Postingan Populer