Blokir Netflix Dibuka, Telkomsel Sebut Sudah Jadi Kebutuhan Pelanggan
Perjalanan cukup panjang Netflix diblokir Telkom akhirnya menemui jalan keluar. Telkom secara resmi membuka blokir Netflix per hari ini, 7 Juli 2020, termasuk untuk Telkomsel.
Vice President Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin menyebutkan, sebagai bagian dari Telkom Group, pembukaan akses layanan Netflix untuk pelanggan Telkomsel tentunya sejalan dengan kebijakan Telkom Group mengenai pembukaan akses layanan Netflix di semua produk dan layanan Telkom Group.
"Sesuai dengan informasi yang telah diumumkan oleh Telkom Group, terhitung mulai 7 Juli 2020, pelanggan produk Telkomsel baik prabayar maupun pascabayar sudah dapat mengakses layanan aplikasi Video on Demand (VOD) Netflix menggunakan jaringan broadband Telkomsel," sebutnya secara tertulis, Selasa (7/7/2020).
Dikatakan Denny, hadirnya layanan Netflix di jaringan Telkomsel merupakan langkah Telkomsel bersama Telkom Group dalam menjawab tingginya kebutuhan pelanggan akan layanan streaming berbasis video on demand.
"Sehingga, kemudahan ini diharapkan akan menambah ragam pilihan produk dan layanan gaya hidup digital bagi pelanggan Telkomsel," sebutnya.
Dia menambahkan, Telkomsel secara konsisten berkomitmen akan terus menghadirkan jaringan berkualitas dengan cakupan terluas yang didukung pemanfaatan teknologi terdepan super 4.9G, guna menjamin kemudahan dan kenyamanan bagi pengalaman pelanggan mengakses ragam pilihan layanan berbasis gaya hidup digital terbaik kapanpun dan di manapun.
Awas! Aplikasi TikTok Palsu Menyebar Usai Pencekalan di India
Banyak pengguna TikTok di India yang kaget ketika aplikasi favorit mereka dilarang oleh pemerintah. Tapi tidak lama setelahnya rasa kangen mereka akan segera hilang setelah aplikasi bernama TikTok Pro beredar di India.
Dikutip detikINET dari South China Morning Post, Rabu (8/7/2020) beberapa pengguna di India mengaku menerima SMS yang mengajak mereka untuk mengunduh aplikasi TikTok Pro.
SMS tersebut berisi link URL untuk mengunduh TikTok Pro. Ketika diklik, tautan tersebut langsung mengunduh TikTok Pro secara otomatis, yang kemudian meminta pengguna Android untuk mengubah pengaturan ponsel mereka untuk mengizinkan instalasi aplikasi dari sumber yang tidak diketahui.
Seorang pengguna Twitter, Purushotam Gowd juga mengatakan pesan singkat tersebut langsung diteruskan ke kontak yang ada di ponselnya setelah tautan yang ada diklik.
Usut punya usut, aplikasi ini ternyata palsu dan tidak memiliki hubungan dengan aplikasi TikTok yang asli. Pemilik TikTok, ByteDance, juga mengatakan pihaknya tidak terkait dengan aplikasi palsu tersebut.
Walau mengusung nama dan logo yang sama, aplikasi tersebut tidak memberikan akses kepada video yang ada di platform TikTok dan pengguna juga tidak bisa membuat video untuk diunggah.
Ponsel pengguna justru dibanjiri iklan dan tautan untuk mengunduh aplikasi lain. Aplikasi palsu ini juga meminta akses kepada foto, data, kontak, lokasi, pesan milik pengguna, yang kemungkinan bisa dimanfaatkan untuk mengungkap data pribadi dan membuat pengguna rawan terhadap malware dan spyware.
Tidak diketahui berapa banyak orang yang telah menjadi korban aplikasi TikTok palsu ini. Media di India juga telah memperingatkan warga untuk tidak mengunduh TikTok Pro karena alasan keamanan.
Sementara itu, aplikasi dan layanan pesaing TikTok mulai mengambil kesempatan untuk mengambil alih tempatnya. Seperti Instagram yang mulai menguji coba Reels, fitur pembuat video pencek yang mirip seperti TikTok, di India.
Sementara itu popularitas aplikasi mirip TikTok versi lokal seperti Roposo, Chingari dan Mitron langsung melonjak. Bahkan pengguna Roposo bertambah 22 juta dalam dua hari sejak TikTok dilarang.
https://kamumovie28.com/picture-of-beauty-2/
Komentar
Posting Komentar