4 Alasan Lebih Baik Kamu Tidur Tanpa Busana Malam Ini

 Terbiasa tidur menggunakan busana? Baiknya kamu coba kebiasaan baru mulai malam ini. Sebab para ahli mengatakan beragam manfaat bisa didapat ketika kita tidur tanpa busana.
Mengutip Medical Daily, ada beberapa manfaat tidur tanpa menggunakan pakaian yang bermanfaat bagi kesehatan seperti berikut:

1. Tidur lebih nyaman
Ketika orang tertidur, mereka tidak akan sadar kapan tepatnya ia tertidur pulas. Sebuah studi tahun 2008 yang diterbitkan dalam Journal of Neurology menemukan ketika lingkungan tidur memiliki suhu yang sesuai, ini membantu tubuh nyaman untuk tidur. Nah hal ini bisa kita dapatkan saat tidur tanpa busana. Tidur telanjang menghindari tubuh dari rasa 'panas' dan tentu membuat tidur lebih nyaman.

2. Awet muda
Tidur tanpa busana dapat membuat orang awet muda. Hal ini dijelaskan sebuah studi tahun 2012 yang diterbitkan dalam Journal of Sleep terkait dengan hormon pertumbuhan. Mempertahankan suhu ruangan yang rendah dapat meningkatkan hormon anti aging dan hormon pertumbuhan sehingga hasilnya disebut akan awet muda.

3. Menurunkan berat badan
Pada malam hari produksi hormon pertumbuhan meningkat dan hormon stres menurun. Mulai jam 10 sampai jam 2 pagi ketika sedang beristirahat, kortisol yaitu hormon stres berada pada titik terendah. Pada pagi hari setelah bangun, kadar kortisol mencapai titik tertinggi dan memberi kita banyak energi. Jika tidak mendapatkan istirahat yang baik, dapat berdampak pada selera makan yang menyebabkan makan berlebihan.

4. Seks menjadi lebih baik
Tidur tanpa busana dengan pasangan Anda dapat membantu pelepasan hormonoksitosin. Pertemuan kulit dengan kulit akan meningkatkan respon seksual dan orgasme. Dokter FranWalfish, selakupsikoterapis, mengatakan "ketika Anda dan pasangan tidur telanjang, kontak kulit ke kulit akan melepaskan hormon perasaan yang baik".

Perawat di Wuhan Terbitkan Surat Terbuka Minta Bantuan Perangi COVID-19

Dua perawat di Wuhan terbitkan surat terbuka tentang permohonan agar petugas kesehatan dari seluruh dunia datang ke China untuk membantu memerangi virus corona COVID-19.
Dikutip dari The Guardian, surat terbuka ini dibuat oleh Yingchun Zeng dari Rumah Sakit Guangzhou Medical dan Yan Zhen dari Rumah Sakit Sun Yat-sen Memorial. Surat diterbitkan dalam jurnal medis The Lancet, pada hari Senin (24/2).

Zeng dan Zhen adalah dua dari 14.000 perawat di China yang ditugaskan ke Wuhan untuk menjadi sukarelawan.

"Kami membutuhkan lebih banyak bantuan. Kami meminta perawat dan staf medis dari seluruh negara di dunia untuk datang ke China sekarang membantu kami dalam pertempuran ini," kata Zeng dan Zhen.

"Kondisi dan lingkungan di sini di Wuhan lebih sulit dan ekstrim daripada yang bisa kita bayangkan," lanjut mereka.

Surat itu menggambarkan betapa mirisnya kondisi di Wuhan dan bagaimana petugas kesehatan kewalahan dalam menangani pasien COVID-19. Mereka pun mengaku sudah kekurangan berbagai peralatan pelindung seperti masker N95, kacamata dan baju pelindung, hingga sarung tangan.

Tak hanya itu, Zeng dan Zhen juga menceritakan bahwa banyak staf medis yang mengalami luka di bagian telinga dan dahi akibat mengenakan masker selama berjam-jam. Beberapa perawat pingsan karena hipoglikemia atau gula darah yang turun di bawah batas normal.

"Meskipun kami adalah perawat profesional, kami juga manusia. Seperti orang lain, kita merasakan ketidakberdayaan, kecemasan, dan ketakutan. Perawat berpengalaman kadang-kadang menyempatkan waktu untuk menghibur dan meredakan kecemasan kita," jelas mereka.

"Tetapi perawat yang berpengalaman pun mungkin akan menangis, karena kita tidak tahu berapa lama kita perlu tinggal di sini dan kita adalah kelompok yang berisiko tinggi untuk terinfeksi COVID-19," pungkasnya.
https://kamumovie28.com/long-shot/

Komentar

Postingan Populer