Sendiri Pakai Motor Menuju dan Menginap di Desa Wae Rebo Flores

 Cerita ini tentang perjalanan menuju Desa Wae Rebo di Pulau Flores. Saya menggunakan motor ketika menujunya dari kota terdekat.
Tahun 2015 menjadi tahun pertaruhan saya untuk mencoba mengelilingi Pulau Flores sendirian. Saya mengawali perjalanan ini dari Pulau Flores bagian barat yaitu Labuan Bajo. Hari berikutnya saya melanjutkan perjalanan ke Desa Wae Rebo, Kota Bajawa, Kampung Bena, Kota Ende, Desa Moni, Gunung Kelimutu, dan kembali ke Labuan Bajo untuk selanjutnya pergi ke Kepulauan Komodo.

Perjalanan ini hanya melihat dan menikmati Desa Waerebo yang menjadi salah satu ikon pariwisata Nusa Tenggara Timur. Lokasi desa ini terletak di perbukitan Kabupaten Manggarai di Pulau Flores. Kota terdekat dengan desa ini adalah Kota Ruteng.

Sekitar pukul 6 pagi saya memulai perjalanan ke arah timur. Perjalanan ini saya tempuh dengan motor sewaan yang saya pinjam pada malam sebelumnya. Jalur yang ditempuh melalui jalan Trans Flores yang cukup baik. Setelah sekitar tiga jam perjalanan, sampailah kita di persimpangan jalan yang mengarah ke Desa Denge.

Motor ku arahkan ke arah selatan memasuki jalan dengan aspal kasar. Jalur selanjutnya adalah melalui desa-desa kecil dan mulai memasuki kawasan hutan. Jalan yang dilalui sangat rusak dan berbatu. Ban motorku pun sampai sobek dan harus diganti. Setelah 6 jam mengendarai motor, sampailah aku di Desa Denge. Desa ini menjadi titik awal untuk menuju Desa Wae Rebo.

Seluruh kendaraan turis dan pengunjung berhenti di sini. Kita bisa menghubungi Bapak Blasius Monta sebagai pengelola perjalanan menuju desa. Paket kunjungan ke Desa Wae Rebo ini ada dua. Yang pertama adalah paket satu hari dan tidak menginap. Paket lainnya adalah paket perjalanan dua hari satu malam.

Paket yang terakhir ini menawarkan suasana sehari-hari dan kita bisa tidur di dalam rumah Mbaru Niang. Setelah beristirahat dan makan siang di rumah Bapak Blasius, saya melanjutkan perjalanan selanjutnya. Kita harus berjalan mendaki dan seperti menaiki gunung. Di tempat beliau juga tersedia guide dan porter apabila ada pengunjung yang membutuhkan. Tetapi hari itu, Pak Blasius mengarahkan saya untuk mendaki sendirian.

Jadilah saya mendaki perbukitan itu sendiri. Sebagai informasi, Desa Wae Rebo ini berada di ketinggian 1200 mdpl.  Jalur tanah berbatu yang dilalui cukup besar. Banyak petunjuk yang mengarahkan kita ke desa. Jalur ini juga menjadi jalur perlintasan warga sekitar yang beraktivitas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kita bisa bertegur sapa dengan mereka. Penduduk di sini semuanya ramah. Perjalananku ini menjadi terasa lebih santai dan hangat.

Waktu tempuh berjalan dari Desa Denge ke Desa Wae Rebo adalah sekitar tiga jam. Tetapi hari itu, saya berjalan sekitar 2,5 jam. Kondisi cuaca siang itu gerimis. Keringat bercampur rintik air hujan membuat bajuku basah pada saat saya tiba di gerbang masuk desa.

Kabut melanda desa di ketinggian ini. Jarak pandang hanya sekitar 10 meter dan udara terasa sangat dingin. Saya langsung menemui penerima tamu di sana dan menjelaskan kedatangan saya. Nama mereka adalah Kak Bona dan Bapak Alex sebagai ketua desa adat.

Kemudian saya diajak masuk ke rumah utama untuk melakukan acara adat penerimaan tamu. Setelah selesai, saya diajak masuk ke salah satu rumah Mbaru Niang. Desa Wae Rebo ini menjadi unik karena lokasinya yang terpencil dan bentuk rumah tradisionalnya. Rumah-rumah di sini yang berbentuk kerucut terbuat dari kayu dengan atap dari daun lontar yang digabung dengan atap ijuk yang dikenal dengan Mbaru Niang.

Lokasi utama berupa tatanan tujuh Mbaru Niang dengan lapangan di tengahnya. Interior rumah Mbaru Niang berbentuk lingkaran dengan atap berbentuk kerucut ke atas. Ruang dalam rumah tamu ini terbuka dan tanpa sekat. Bagian tengah rumah menjadi tempat berkumpul dan beraktivitas seperti sarapan dan makan malam. Tempat tidur pengunjung berada di sekeliling luar. Tempat tidurnya semacam matras dan kasur tipis dilengkapi dengan selimut tebal dan dua buah bantal. Di dalam rumah ini, semua pengunjung mendapatkan tempat tidur masing-masing.

Komentar

Postingan Populer