Turis Keluhkan Sampah di Tempat Wisata Lombok
Tumpukan sampah di beberapa objek wisata menjadi keluhan kenyamanan turis. Hal serupa juga ditemui di Lombok.
Seorang pelaku wisata yang menjadi general manager di sebuah hotel di Gili Trawangan, Pemenang, Lombok Utara, menceritakan pengalamannya ketika seminggu lalu sebagai tour guide dua orang wisman asal California.
"Kalian punya tempat wisata bagus, tapi kalian tidak bisa menjaga kenyamanan wisatawan dengan banyaknya sampah," ucap pelaku wisata di Gili Trawangan, Aloisius Donik Widodo kepada detikcom yang mengulang kata si wisman, Senin (11/3/2019).
Dua wisman berkebangsaan Irak itu, tutur Donik selama hampir sebulan lebih mengunjungi beberapa tempat wisata berkeliling Indonesia.
Wisman yang merupakan pasangan suami istri itu selama beberapa hari lalu mengunjungi beberapa objek wisata pantai yang ada di Lombok.
Donik menyatakan, kotoran kuda dan tumpakan sampah yang masih berserakan di pinggir jalan raya juga menjadi sorotan wisman tersebut, selain persoalan parkir yang kurang tertata rapi.
Wisman yang bernama Said Attar Hashemi itu berharap pemerindah daerah, pengelola dan pelaku pariwisata bersama warga di sekitar lokasi objek wisata bisa berkolaborasi dalam menangani persoalan sampah.
"You know Pak Donik, ini hanya butuh 2 jam per hari. Bersama sama kita rutin bersihkan," ujar Donik menirukan kembali ucapan si wisman saat berada di pantai Mawun yang ada di kawasan Mandalika, Lombok Tengah.
"Mereka bisa diedukasi untuk menjaga kebersihan di 'rumah' miliknya," imbuh dia Sambil menunjuk anak anak pedagang yang memaksanya untuk membeli souvenir.
Walkot Banda Aceh Sulap Sungai Krueng Daroy Jadi Instagramable
Dahulu Sungai Krueng Daroy di Banda Aceh begitu kumuh. Setelah direvitalisasi, kini jadi tempat wisata yang Instagramable.
Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman meminta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basoeki Hadimoeljono melanjutkan revitalisasi Sungai Krueng Daroy.
"Tahun 2019 ini sudah dipastikan lanjut tahap ke dua, di mana revitalisasi Krueng Daroy akan dikerjakan sampai dengan jembatan di dekat Masjid Kupiah Meukutop. Kami mohon kepada Pak Menteri agar bisa dianggarkan untuk tahap ketiga," kata Aminullah di dalam sambutan kegiatan fasilitasi uji sertifikasi tenaga kerja infrastruktur, Senin (11/3/2019).
Kegiatan fasilitasi uji sertifikasi itu digelar di Banda Aceh Convention Hall. Hadir dalam kegiatan itu Menteri Basuki, Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan sekitar 1.000 peserta uji sertifikasi konstruksi.
Menurut Aminullah, proses revitisasi Krueng Daroy saat ini menunjukkan hasil yang menakjubkan. Kawasan yang dulunya kumuh disulap menjadi bersih serta indah lewat program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).
Setelah kawasan itu dipermak, Sungai Krueng Daroy menjadi lokasi favorit warga pada sore hari. Tempat wisata baru ini juga sedang dibikin mural.
"Sekarang lokasi Krueng Daroy telah menjadi lokasi favorit warga kota. Bahkan telah menjadi sumber ekonomi karena banyak yang datang mengunjungi lokasi ini," jelas Aminullah.
Aminullah meminta program revitalisasi dapat dilanjutkan hingga tahap ke tiga sehingga pembangunannya dapat dituntaskan hingga ke Jembatan Keutapang.
Selain itu, Aminullah juha mengajukan beberapa permohonan lainnya. Di antaranya yaitu kelanjutan program revitalisasi Krueng Aceh.
"Programnya sudah terealisasi dan sudah dibangun River Walk sepanjang 1/2 KM. Kami mohon ini juga dilanjutkan Pak Menteri untuk mewujudkan program Banda Aceh Waterpront City," ujarnya.
"Kami juga memohon Pak Menteri dapat kembali memperhatikan pembangunan air bersih melalui PDAM Tirta Daroy," tutup Wali Kota.
Aminullah juga memohon Kementerian PUPR dapat menganggarkan dana untuk pembangunan jalan lingkar Banda Aceh dan Aceh Besar (Banda Aceh Outer Ring Road). Menurut Aminullah, sejauh ini perencanaan dari proyek ini sudah selesai dan Amdalnya juga sudah ada.
Komentar
Posting Komentar