Ole Gunnar Solskjaer Bangkitkan (Pariwisata) Manchester
Ole Gunnar Solskjaer tak hanya jadi harapan tim sepakbola Manchester United. Lebih dari itu, dia memberikan efek bagus bagi pariwisata Manchester.
Akhirnya Ole Gunnar Solskjaer menjadi manajer tetap Manchester United. Solskjaer diikat kontrak berdurasi tiga tahun dan menjadi harapan baru The Red Devils untuk bisa kembali unjuk gigi.
Terlepas dari lapangan sepakbola, kedatangan 'Baby Faced Assasin' sudah jadi berkah bagi pariwisata Kota Manchester. Dilansir detikcom dari berbagai media Inggris, Jumat (29/3/2019) semenjak Solskjaer melatih MU sejak Desember 2018 lalu (belum ditetapkan menjadi manajer permanen) pemesanan tiket pertandingan Stadion Old Trafford, kandangnya MU meningkat pesat. Terutama, dari mereka yang berasal dari Norwegia yang juga tempat asal Solskjaer.
Booking tiket pertandingan MU kini meningkat menjadi 89 persen, dibandingkan dengan musim lalu di periode yang sama. Website pemesanan tiket olahraga, Thomas Cook Sport juga mengalami peningkatan pemesanan. Tercatat, sebesar 138 persen yang kebanyakan diakses dari Norwegia.
Bukan tak mungkin, turis-turis yang datang ke Manchester, setelah menonton MU bertanding akan lanjut jalan-jalan di kotanya. Apalagi, Manchester juga memiliki beberapa objek wisata menarik.
Beberapa di antaranya seperti John Rylands Library, Manchester Cathedral, Manchester Art Gallery, Imperial War Museum North, LEGOLAND Discovery Centre, The Museum of Science and Industry serta beberapa taman cantik misalnya Heaton Park, Sale Water Park dan Haigh Hall.
Malah, kalau beberapa musim mendatang Solskjaer bisa memberi banyak piala untuk MU, maka makin banyak penggemar MU yang datang dan plesiran ke Manchester. Ole's at the wheel!
Dibayar NASA Ratusan Juta Rupiah Cuma Tiduran di Kasur, Mau?
Kabar baik bagi kamu yang suka malas-malasan, seperti cuma di kasur saja seharian. NASA sedang membutuhkan orang seperti itu untuk penelitiannya.
Dirangkum detikcom dari berbagai sumber, Jumat (29/3/2019) NASA (National Aeronautics and Space Administration) bekerjasama dengan German Aerospace Agency dan European Space Agency, akan melakukan penelitian. Penelitiannya berupa mempelajari bagaimana tubuh manusia berubah dalam kondisi tanpa berat seperti di luar angkasa. Alias, penelitiannya nanti cuma meneliti orang-orang yang hanya berbaring di kasur tanpa melakukan aktivitas berat.
Nantinya, para partisipan terdiri dari 12 pria dan 12 wanita yang akan diteliti akan menghabiskan waktu 60 hari untuk melakukan hal seperti itu. Aktivitas seperti makan dan mandi juga dilakukan dalam kondisi berbaring, tentu ada ruangan khususnya.
Dari penelitiannya, ilmuwan akan mengembangkan teknik untuk meminimalisir efek negatif bagi tubuh astronot saat di luar angkasa. Sehingga diharapkan, astronot tidak perlu lagi menghabiskan terlalu banyak waktu berolahraga untuk menangkal dampak buruk gravitasi mikro.
Persyaratannya bagi para partisipan, usia antara 24 sampai 55 tahun. Tinggi antara 152 sampai 190 cm. Serta, bukan perokok.
Nantinya, NASA akan membayar USD 19 ribu atau di kisaran Rp 270 juta. Penelitiannya akan dilakukan pada September sampai Desember 2019 di Cologne, Jerman.
Jika berminat bisa melihat website resmi German Aerospace Agency. Tertarik?
Komentar
Posting Komentar