Bakal Sakit Kalau Tidak Pernah Sarapan? Belum Tentu, Ini Penjelasannya
Sarapan dianggap penting karena dapat menyehatkan tubuh. Beberapa ahli nutrisi merekomendasikan agar tidak melewatkan sarapan karena dapat mencegah obesitas. Orang yang suka sarapan cenderung memiliki bentuk tubuh yang bagus karena terbiasa dengan pola hidup sehat.
Dikutip dari Insider, tidak sarapan dapat menaikkan berat badan. Orang yang melewatkan sarapan akan mudah lapar dan makan lebih banyak saat makan siang. Porsi berlebihan dapat meningkatkan jumlah kalori yang mengakibatkan kegemukan.
Di samping efek negatif tentang hal tersebut, ada beberapa fakta menarik yang perlu diketahui apabila tidak sarapan. Setiap orang memiliki kebiasaan yang berbeda-beda, ada yang tetap sehat walaupun tidak sarapan, ada juga yang merasa lemas jika melewatkan sarapan.
Perlu diketahui, sarapan teratur tidak menjamin meningkatnya metabolisme tubuh. Walaupun kita mengonsumsi makanan sehat saat sarapan, namun dalam porsi yang banyak serta tidak disertai olahraga yang cukup, kalori akan terus bertambah.
Selain itu, sarapan bersifat "opsional". Jika merasa lapar di pagi hari, silakan sarapan dengan porsi yang cukup serta menu makanan yang sehat. Jika merasa tidak lapar di pagi hari, silakan makan saat jam makan siang atau diselingi cemilan sebelumnya.
Tidak ada penelitian yang pasti mengenai efek buruk dari melewatkan sarapan. Pada dasarnya, setiap orang memiliki tingkat kekebalan tubuh yang berbeda-beda. Hal itu tidak bisa diukur dengan rajin atau tidaknya sarapan, melainkan disertai dengan pola hidup sehat yang lainnya.
Konsultasikan dengan dokter dan ahli gizi untuk lebih mengenal kebutuhan nutrisi secara lebih detail.
https://kamumovie28.com/movies/i-saw-the-devil/
China Sebut Makanan Beku dari 109 Negara Terkontaminasi Virus Corona
Kementerian Kepabeanan China (GAC) menyebut telah mengontak 109 negara pemasok makanan beku untuk menyampaikan penangguhan impor dari negara-negara tersebut. Alasan penghentian impor disebut setelah adanya penemuan produk yang terkontaminasi COVID-19.
Pihak kepabeanan mengatakan akan meningkatkan pengawasan terhadap produk impor dari negara-negara tersebut menyusul kekhawatiran akan penularan COVID-19. Penangguhan tersebut dilakukan setelah ditemukan jejak COVID-19 pada produk makanan impor beku di lima tempat berbeda di China pada Jumat (13/11/2020) dan Sabtu (14/11/2020), demikian laporan CCTV media penyiaran resmi China, dikutip dari Antara.
Adapun kelima tempat yang dimaksud adalah Wuhan (Provinsi Hubei), Jinan dan Liangshan (Provinsi Shandong), Quanzhou (Provinsi Fujian), dan Lanzhou (Provinsi Gansu).
Hanya saja, GAC tidak merinci negara mana saja yang masuk dalam daftar penangguhan impor makanan beku. Pada Jumat lalu, GAC mengumumkan penangguhan impor ikan sotong dari India setelah ditemukan jejak COVID-19 pada tiga paket ikan beku tersebut.
Kepala Bidang Virologi Pusat Pengendalian dan Penyakit Menular China (CCDC) Wu Zunyou mengingatkan, perlunya pengujian produk impor pada sistem pengangkutan barang pada musim dingin untuk mendeteksi jejak COVID-19.
Sejak Juni, lebih dari 10 provinsi di China termasuk Beijing, Liaoning, Anhui, Fujian, Jiangxi, Shandong, Guangding, Shaanxi, dan Jiangsu, telah menemukan jejak COVID-19 pada sampel makanan impor.
Oleh karena itu, untuk menghindari penularan Corona dari makanan impor, Dewan Kabinet China telah menginstruksikan penggunaan disinfektan pada seluruh makanan beku sebelum didistribusikan ke pasaran.
Komentar
Posting Komentar